Demokrat Yakin Ada Perbuatan Politis Terkait Gagalnya JR-Ance Maju Pilgub
JR Saragih menangis di Hotel Mercure, Kota Medan, Senin (12/2). (PRAYUGO UTOMO/JAWAPOS.COM)

DIELIMINASI KPU SUMUT
Demokrat Yakin Ada Perbuatan Politis Terkait Gagalnya JR-Ance Maju Pilgub
Selasa, 13 Februari 2018 - 20:20 WIB > Dibaca 796 kali
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pasangan Jopinus Ramli (JR) Saragih-Ance Selian tereliminasi sebagai pasangan calon gubernur di Pilkada Sumut 2018 oleh Komisi Pemilihan Umum Sumatera Utara (KPU Sumut).

Keduanya dinyatakan tidak lolos verifikasi administrasi. Partai Demokrat selaku parpol pengusung pasangan itu lantas menuding ada pihak-pihak tertentu bertindak politis. Menurut politikus Partai Demokrat Agus Hermanto, tidak lolosnya JR-Ance dalam perhelatan Pilgub Sumut sangat bernuansa politis.

Itu karena KPU menganggap JR Saragih tidak bisa menunjukkan ijazah SMA yang asli. Kemudian, sekolahnya sudah tidak ada lagi. Namun, JR Saragih membuat legalisir ke Dinas Pendidikan. Akan tetapi, di Dinas Pendidikan menyatakan sekolah itu tidak ditemukan.

"Dinas terkait kelihatan lebih mempersulit sehingga proses legalisir terkendala," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Dia sendiri yakin JR Saragih memiliki ijazah yang asli. Sebab, JR Saragih adalah mantan prajurit TNI. Logikanya, saat JR Saragih masuk sebagai prajurit TNI, tentu melewati tahap verifikasi ijazah juga. Bahkan, standar verifikasi ijazahnya lebih tinggi.

Saat di TNI, JR Saragih pernah bertugas di Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres). Bukan itu saja, sebelumnya dia sudah dua periode menjabat sebagai Bupati Simalungun. Dia mensinyalir ada tangan-tangan yang berkepentingan yang berupaya menggagalkannya dalam proses konstestasi Pilkada Sumut 2018.

"Kami yakini TNI pasti punya standar verifikasi cukup tinggi sehingga persoalan pilkada jangan tercemar masalah politik. Jangan tercemar masalah kepentingan. Kita harus berikan hak terbaik pada rakyat Indonesia baik dipilih maupun memilih," tegasnya.

Menyikapi penolakan itu, Partai Demokrat berupaya membuat langkah gugatan hukum dengan memanfaatkan sisa waktu yang ada.

"Dengan kasat mata ini mengada-ngada, sehingga merugikan salah satu rakyat Indonesia. Dinas pendidikan harus legalisir. Kalau tidak, melanggar kewajibannya dan punya konsekuensi hukum," tutupnya.

JR Saragih-Ance Selian di Pilkada Sumut 2018 diusung oleh Partai Demokrat, PKB, dan PKPI. (aim)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |