Ini Duduk Masalah Mengapa JR Saragih Tak Lolos di Pilkada Sumut

TENTANG SYARAT IJAZAH
Ini Duduk Masalah Mengapa JR Saragih Tak Lolos di Pilkada Sumut
Selasa, 13 Februari 2018 - 18:55 WIB > Dibaca 8055 kali
 
MEDAN (RIAUPOS.CO) - Diskusi bahkan perdebatan tentang digugurkannya pasangan JR Saragih dan Ance Seilian di Pilkada Sumatera Utara langsung terjadi di berbagai kesempatan termasuk di media sosial. Ada apa sebenarnya sehingga JR Saragih dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut?

KPU beda pendapat soal legalitas fotocopy (salinan) ijazah dengan JR Saragih, yang ditetapkan tidak memenuhi syarat (TMS) pemberkasan administrasi pencalonan Januari lalu. Keduanya meyakini langkah yang diambil masing-masing pihak, telah sesuai aturan.

KPU Sumut beranggapan bahwa syarat pencalonan yakni, di antaranya menyertakan salinan ijazah bakal calon (balon) yang dilegalisir oleh sekolah yang bersangkutan. Namun, karena Sekolah Ikhlas Prasasti Jakarta tempat JR Saragih belajar di SMA telah ditutup, maka yang melegalisir salinan ijazah tersebut adalah Dinas Pendidikan DKI Jakarta, provinsi bersekolah. Persoalan muncul ketika instansi tersebut menganulir pernah melakukan legalisir terhadap ijazah JR Saragih.

JR Saragih memberikan pendapat berbeda. Menurut pria yang saat ini menjabat sebagai Bupati Simalungun dua periode itu, ijazah yang dimilikinya asli, demikian pula nilai yang tertera di dalamnya.

JR menjelaskan, 19 Januari 2018 Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengeluarkan surat nomor 5396/1-888.145 yang ditujukan kepada Direktur Eksekutif DPD Partai Demokrat Sumut dan ditandatangani Kadis Pendidikan DKI Jakarta.  Dalam surat tersebut yang ditembuskan kepada KPU Sumut dan Bawaslu Sumut, menegaskan bahwa fotokopy STTB nomor 01 OC oh 0373.795 dilegalisir sesuai aslinya.

Dijelaskan juga, bahwa SMA Swasta Prasasti beralamat di Jalan Raya Sumur Batu Kamayoran, Jakarta Pusat menggunakan gedung SD Negeri. Sedangkan SMA Iklas Prasasti tutup (bubar) sejak tahun pelajaran 1993/1994.  Kemudian, blangko ijazah/STTB yang didistribusikan ke SMA Swasta Iklas Prasasti tahun 1990 sebanyak 87 lembar dengan dua jurusan yakni IPA dan IPS.

Sedangkan nomor seri ijazah/STTB SMA Iklas Prasasti Tahun 1990 yaitu program biologi (A2) nomor seri 01 OC oh 0373.776. s/d 01 OC oh 0373.823 sebanyak 48 lembar dan program IPS (A3) nomor seri 01 OC oh 0791.833 s/d 01 OC oh 0791.891 sebanyak  39 lembar.

JR pun menceritakan, pada 2015 lalu saat pencalonannya di Pilkada Simalungun, ada gugatan terhadap keaslian ijazahnya atas laporan pengaduan Tumpak Siregar dan Irwansyah Damanik yang merupakan calon Bupati Simalungun periode 2016-2021. Namun dimenangkannya serta diakui Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan sah, termasuk legalisirnya. Putusan tersebut tertuang dalam surat Mahkamah Agung Nomor 13/G/Pilkada/2015/PT-TUN-Medan.


Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |