Intoleransi Marak Terjadi, Begini Pesan Jokowi
Presiden Joko Widodo. (JPNN)

TERKAIT PENYERANGAN DI BANDUNG DAN YOGYAKARTA
Intoleransi Marak Terjadi, Begini Pesan Jokowi
Selasa, 13 Februari 2018 - 15:40 WIB > Dibaca 596 kali
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) turut menyoroti maraknya teror terhadap pemuka agama yang belakangan kerap terjadi di tanah air.

Lewat akun Facebook-nya, eks gubernur DKI Jakarta itu menulis bahwa setiap warga negara bebas memilih agamanya masing-masing. Pilihan itu pun dilindungi konstitusi. Karena itu, jika terjadi teror atau kekerasaan pelaku dapat dijerat hukum.

"Konstitusi di Indonesia menjamin kebebasan setiap warga negara dalam memeluk agama dan keyakinan," tulisnya di laman Facebook resminya @jokowi, Senin (12/2/2018).

Dia lantas mengatakan telah menginstruksikan aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap orang atau kelompok yang bertindak intoleransi. Polisi diminta untuk menegakkan konstitusi secara konsisten.

"Saya meminta aparat untuk bertindak tegas dan negara menjamin penegakkan konstitusi secara konsisten," sambungnya.

Di samping itu, dia juga menyatakan bahwa masyarakat Indonesia telah puluhan tahun hidup berdampingan dengan pemeluk keyakinan berbeda. Mereka hidup damai dan saling menghargai satu sama lain.

Karena itu, eks walikota Surakarta itu menyatakan bahwa negara tidak akan memberi tempat bagi orang atau kelompok intoleran di Indonesia. Jika terbukti melakukan tindakan tersebut, sudah selayaknya mereka dijerat dengan hukum yang berlaku.


Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |