Gagal Lolos, JR Saragih Menangis
MENANGIS: Bakal calon Gubernur Sumatera Utara, Jr Saragih menangis saat memberi keterangan pers kepada wartawan usai pengumuman paslon di Hotel Grand Mercure Medan, Senin (12/2/2018). KPU Sumut, melalui Rapat Pleno Terbuka Pengumuman Penetapan Pasangan Calon Gubernur Sumatera Utara/Wakil 2018-2023, menyatakan bahwa pasangan JR Saragih-Ance Selian dinyatakan tidak memenuhi syarat. (M IQBAL/JPG)

Gagal Lolos, JR Saragih Menangis
Selasa, 13 Februari 2018 - 10:49 WIB > Dibaca 579 kali
 
MEDAN (RIAUPOS.CO) - Setelah dinyatakan tidak lolos untuk bersaing pada Pilgubsu 2018 mendatang, JR Saragih menegaskan akan melayangkan gugatan. Namun, saat menyatakan rencana gugatannya itu, JR Saragih sempat menangis. Dia bercerita, ada sekitar dua juta orang ‘pecinta’ JR-Ance di Sumut yang siap memberikan dukungan kepada mereka.

 “Saya mohon kepada seluruh masyarakat Sumut, ada dua juta lebih pecinta JR-Ance, tetap kita melakukan yang terbaik. Tidak ada satu pun yang boleh rebut,” sebutnya didampingi Ance Selian dan Ketua Tim Pemenangan JR-Ance, Meilizar Latif sambil terharu di hadapan awak media.

Dikatakannya bahwa persoalan keputusan tersebut, akan diselesaikan melalui proses hukum melalui gugatan yang akan mereka layangkan. Karenanya ia meyakini seluruh jajaran tim pemenangan serta partai politik pengusung, tetap solid.

“Yang jelas ijazah dan legalisir telah saya tunjukkan, yang tanda tangan kepala dinas langsung. Terus terang saja, PKB, Demokrat dan PKPI tidak mungkin tinggal diam. Kita tidak perlu salahkan yang mana, biar nanti keputusan hukum, saya tidak perlu jelaskan, Karena Tuhan itu ada,” ucapnya disambut teriakan dukungan dari pendukung JR-Ance yang juga hadir dan menunggu di luar uangan.

Sementara terkait putusan TMS itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut Syafrida Rahmawati Rasahan mengatakan bahwa ketetapan soal pencalonan di Pilgub ini adalah mutlak ada di tangan KPU Sumut. Sebab ketentuan yang digunakan adalah regulasi KPU secara nasional melalui PKPU 3/2017 tentang Pencalonan Kepala Daera-Wakil Kepala Daerah.

“Terkait bahwa dari tiga pendaftar, hanya ada dua yang diloloskan, karena dianggap ada yang tidak memenuhi syarat. Bagi kami, itu merupakan hak KPU berdasarkan ketentuan yang KPU punya untuk penetapan. Dan pada prinsipnya Bawaslu hanya bertugas mengawasi dan siap menindaklanjuti bila ada laporan ataupun sengketa yang akan diajukan ke kami,” sebut Syafrida.

Untuk pendaftaran sengketa atau gugatan tersebut lanjut Syafrida, ada waktu tiga hari sejak penetapan pasangan calon atau atau hingga 14 Februari besok. Sedangkan untuk prosesnya, akan dimulai setelah didaftarkan, yakni 12 hari kalender dari 15-26 Februari 2018. “Berarti kalau dia mulai jalan (proses sidang di Bawaslu Sumut) 15 Februari, maka plus 12 hari kalender, sudah bisa diambil keputusan. Bisa saja mengamini tuntutan tersebut, tergantung nanti pembuktiannya seperti apa,” katanya.

Sedangkan terkait diloloskannya JR Saragih oleh KPU setempat pada saat Pilkada Simalungun 2015 silam, Syafrida mengatakan bahwa persoalan itu tidak bisa disamakan dengan pencalonan di Pilgub ini. Sebab secara aturan, kewenangan dimaksud ada di penyelenggara setempat. Sehingga pihaknya juga tidak bisa mencampuri urusan verifikasi sebelumnya.(bal/jpg)


Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |