DPRD Batam Kangkangi Perda Larangan Merokok
Selasa, 13 Februari 2018 - 10:45 WIB > Dibaca 256 kali
 
BATAM (RIAUPOS.CO) - Sejumlah anggota DPRD Kota Batam merokok saat menghadiri sidang paripurna, Senin (12/2). Padahal DPRD Sudah mengesahkan perda larangan merokok di perkantoran. Selain itu, masih banyak anggota DPRD yang terlambat masuk ruangan sidang paripurna.

Agenda sidang kemarin, adalah laporan pansus perubahan Tatib DPRD Kota Batam. Saat sidang dibuka Wakil Ketua I DPRD Kota Batam, Zainal Abidin, beberapa anggota dewan mulai merokok. Bobi Alexander Siregar dari Fraksi Hanura, Fauzan dari PKB, M Yunus dari Fraksi Demokrat dan Harmidi Umar Husein dari Gerindra langsung merokok.

Seakan tidak peduli sedang berada di ruangan yang paling sakral di DPRD, para anggota dewan tersebut seakan cuek dengan Perda Nomor 1 Tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok (Perda KTR). Perda yang melarang setiap orang merokok di dalam ruangan perkantoran.

Muhamad Yunus, anggota Komisi IV dari Fraksi Demokrat mengakui bahwa ruang paripurna adalah paling sakral di DPRD. Tetapi menurutnya, alangkah baiknya kalau ada ruangan khusus merokok di DPRD. “Saya tahu ruang paripurna itu sakral, dan Perda KTR kita yang buat. Tapi harusnya ada ruang untuk merokok,” katanya.

Menurutnya, Perda KTR itu harus diimbangi dengan fasilitas pendukung. Termasuk di tempat umum lainnya seperti di mal, bandara, rumah sakit, pendidikan dan sebagainya. “Kalau tak ada ruang khusus untuk merokok maka saya akan tetap merokok,” katanya.

Sementara itu, ada beberapa anggota DPRD Kota Batam yang sengaja keluar dari ruang paripurna hanya untuk merokok. Misalkan Werton dari Komisi III DPRD Kota Batam yang memilih keluar sidang untuk merokok.

“Saya harus hormat dengan ruangan sidang. Itu sangat sakral dan menurut saya merokok di dalam saat sidang juga akan mengganggu teman-teman yang lain. Karena bukan hanya anggota dewan yang ada di sana, pejabat dan staf Pemko juga banyak di sana," katanya.

Sementara itu, Mulia Rindo, anggota Komisi II DPRD Kota Batam menyayangkan sikap beberapa anggota dewan yang merokok di ruang sidang paripurna. Apalagi dari ruangan itulah perda Kawasan Tanpa Rokok dilahirkan. “Saya bukan menyalahkan siapa-siapa. Tapi alangkah baiknya, jangan merokok di ruangan itu. Ruangan itu sangat sakral. Kita harus memberikan contoh kepada masyarakat,” katanya.

Menurutnya Perda KTR yang disahkan oleh DPRD harusnya bisa membentengi DPRD dari rokok. “Bisa merokok, tapi lihat tempatlah,” katanya.

Selain merokok, kebiasaan hadir terlambat saat paripurna juga dipertontonkan anggota DPRD Kota Batam. Bahkan ada beberapa anggota dewan yang datang saat sidang sudah berjalan lebih dari setengah jam. Beberapa anggota dewan yang terlambat hadir di Paripurna seperti Jefri Simanjuntak dari PKB, Mesrawati dari Demokrat, Helmi Hemilton dari Demokrat, Nono dari Demokrat, Tengku Hamzah dari Demokrat, Bustamin Hasibuan dari Hanura, dan Nyanyang Haris Pratamura dari Gerindra.(ian/das)


Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |