Mesra dengan Reptil Berdarah Dingin
(FOTO KOLEKSI PRIBADI)

Mesra dengan Reptil Berdarah Dingin
Selasa, 13 Februari 2018 - 10:20 WIB > Dibaca 616 kali
 
RIAUPOS.CO - Memelihara reptil berdarah dingin bagi sebagian orang menakutkan. Dari bentuknya seperti ular, iguana ataupun gecko terbilang unik. Jauh dari kata lucu dan menggemaskan seperti peliharaan pada umumnya. Tapi, peliharaan antimainstream ini justru menarik perhatian dari lady kita satu ini. Alih-alih takut, dia justru mesra dengan reptil-reptil berdarah dingin tersebut.

Dia adalah dr Aqnisa Wenny Larasuqe. Beda dengan wanita lain, Ochin, sapaan akrabnya memilih memelihara ular di rumahnya. Hobi unik dokter ini sudah dilakoni bahkan sejak delapan tahun lalu.

"Suka sama reptilnya sudah sejak duduk bangku Sekolah Dasar.  Berawal dari diajak orang tua ke kebun binatang. Sejak itu jadi suka nonton Tv Show yang berbau reptil gitu. Kalau kepikiran untuk memeliharanya sejak duduk di bangku kuliah. Sekitar 2009-2010," ujarnya.

Suka yang bertambah menjadi rasa ingin memiliki pun berkecamuk dalam dirinya. Dia ingin bisa lebih dekat dengan reptil. Tapi, izin memelihara reptil tersebut tak langsung dia kantongi. Orang tua dan keluarga yang sama sekali bukan penyuka reptil sempat melarangnya dan kaget dengan keputusan anak gadis mereka tersebut.

Sampai akhirnya, Ochin pelan-pelan meyakinkan keluarganya bahwa ular dan reptil lain bukanlah hal yang tabu dan menakutkan. Dia berusaha memberi pengertian bahwa ular bukanlah hewan yang membawa efek negatif.

"Menurut saya, ular ialah hewan paling sempurna yang diciptakan Tuhan. Bisa manjat, bisa terbang (flying snake), bisa berenang tanpa punya kaki dan tangan. Saya menjelaskan hal positif tentang ular sampai akhirnya orang tua mengizinkan," sambungnya.

Di awal, dia memilih memelihara sanca batik atau istilahnya (python reticulated). Awamnya ular ini disebut dengan  ular sawah atau ular retic. Ukurannya sekitar satu meter. Ochin begitu girang saat benar-benar bisa memelihara dan merawat sendiri seekor sanca batik.

Ya, dari awal hingga saat ini, Ochin merawat sendiri reptil berdarah dingin tersebut. Meski sempat berpikiran bahwa memelihara ular adalah perkara ribet, nyatanya hal tersebut tak dirasakan oleh Ochin.

"Meliharanya nggak seperti yang dibayangkan sih. Dulu bayangannya ini ribet atau apa gitu. Tapi setelah dipelihara malah ini lebih mudah. Nggak seribet memelihara kucing atau anjing menurut saya," terangnya lagi.





Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |