Spin Off Syariah Disahkan pada RUPS LB BRK
IKUTI RUPS: Dirut BRK Dr Irvandi Gustari (kiri), Wakil Gubernur Riau H Wan Thamrin Hasyim dan Sekdaprov Kepri Dr H TS Arif Fadila SSos MSi mengikuti RUPS Tahunan 2017 dan RUPS LB 2018 PT BRK di Menara Dang Merdu BRK, Jumat (9/2/2018).(HUMAS BRK FOR RIAU POS)

Spin Off Syariah Disahkan pada RUPS LB BRK
Selasa, 13 Februari 2018 - 10:11 WIB > Dibaca 194 kali
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) 2017 dan RUPS LB 2018, Bank Riau Kepri  (BRK) yang berlangsung pada 9 Februari 2018 lalu, termasuk yang disahkan adalah proses Spin Off Bank Syariah Bank Riau Kepri dengan nama Bank Kepri Riau Syariah. Pengesahan ini disambut baik oleh masyarakat di kedua provinsi tersebut yang penduduknya mayoritas muslim.

Potensi usaha syariah di Riau dan Kepulauan Riau cukup besar, terutama di Kepulauan Riau. Apabila dilihat dari aspek budaya dan sejarah, tergambar kerajaan Melayu di Provinsi Riau dan Kepri merupakan kerajaan yang identik dengan nilai-nilai keislaman. Demikian juga dengan kehidupan masyarakat sehari-hari yang berperilaku secara islami baik dari segi budaya, aktivitas maupun usaha.

Acara tahunan ini dihadiri Wakil Gubernur Riau H Wan Thamrin Hasyim dan Sekdaprov Kepri Dr H TS Arif Fadila, SSos MSi serta 19 orang bupati/wali kota dari dari Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau.

Sekdaprov Kepri Dr H TS Arif Fadila SSos MSi langsung memberikan apresiasi terhadap kinerja gemilang bank berlogo tiga layar terkembang ini, di mana dalam kondisi ekonomi yang relatif menurun di kawasan Riau dan Kepri namun Bank Riau Kepri masih bisa meningkatkan pertumbuhan labanya.

Mengenai kinerja Unit Usaha Syariah Bank Riau Kepri akan berubah wajah menjadi BUS (Bank Umum Syariah), ternyata dalam dalam tahun 2017 menorehkan kerja gemilang, di mana aset menunjukkan peningkatan  yang sangat pesat dibandingkan pada 5 tahun terakhir. Aset 2017 Rp2,3 triliun tumbuh sebesar 62,68 persen dibandingkan tahun 2016 Rp1,4 triliun.

Kinerja Syariah dari segi dana pihak ketiga (DPK) menunjukkan peningkatan pesat  pada 5 tahun terakhir. DPK tahun 2017 Rp1,9 triliun tumbuh sebesar 95,89 persen dibandingkan tahun 2016 Rp1 triliun.

Pembiayaan yang diberikan (PYD) menunjukkan peningkatan pada 5 tahun terakhir. PYD tahun 2017 (Rp1,4 Triliun) tumbuh sebesar 43,78 persen dibandingkan tahun 2016 (Rp988,8 miliar). Kredit bermasalah tahun 2017 menunjukkan perbaikan, di mana NPF tahun 2017 (5,05 persen) turun dibandingkan tahun tahun 2016 (7,56 persen).

Laba yang diperoleh menunjukkan peningkatan pada 3 tahun terakhir. Laba tahun 2017 (Rp31,3 miliar) meningkat dibandingkan tahun 2016 (Rp13,6 miliar) dan tahun 2015 (Rp6,4 miliar).(kom)


Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |