Dari Dalam Tahanan KPK Bupati Ngada Minta Dukungan Jadi Gubernur
Bupati Ngada, Nusa Tenggara Timur menggunakan rompi tahanan KPK usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus suap, Senin (12/2/2018). (Foto: JPG)

RESMI DITAHAN KASUS SUAP
Dari Dalam Tahanan KPK Bupati Ngada Minta Dukungan Jadi Gubernur
Selasa, 13 Februari 2018 - 00:24 WIB > Dibaca 1434 kali
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) -  Meskipun akhirnya ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi, Bupati Ngada Nusa Tenggara Timur, Marianus Sae tetap meminta dukungan masyarakat di NTT dalam menghadapi Pemilu 2018. Marianus saat ini ikut menjadi calon gubernur NTT. Dia terjaring operasi tangkap tangan KPK Minggu (11/2/2018).

Pesan permintaan dukungan itu disampaikan Marianus melalui kuasa hukumnya Wilvidrus Watu setelah mendengar informasi bahwa Komisi Pemilihan Umum NTT turut menetapkan dirinya sebagai calon gubernur pada rapat pleno terbuka yang dilaksanakan Senin (13/2/2018).

"Beliau (Marianus Sae) mengapresiasi dan meminta kepada seluruh pendukung di NTT untuk tetap tenang supaya mengikuti proses hukum," ungkap Wilvridus setelah mendampingi Marianus menjalani pemeriksaan penyidik KPK.

Terkait penetapan tersangka yang dilakukan KPK kepada kliennya, dia menilai adanya kejanggalan. Karena menurutnya, Marianus sama sekali membantah hal yang dituduhkan kepada dirinya. "Intinya pak Marianus menyatakan beliau tidak melakukan hal yang dituduhkan kepada beliau," tutur

Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Ngada Marianus Sae dan Dirut PT Sinar 99 Permai, Wilhelmus Iwan Ulumbu sebagai tersangka. “Setelah melakukan pemeriksaan 1x24 jam dilanjutkan gelar perkara, disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi memberikan atau menerima hadiah atau janji kepada Bupati Ngada terkait proyek-proyek di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur,” terang Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, dalam konferensi pers di kantornya, Senin (12/2/2018).

Marianus diduga menerima suap dari Wilhelmus terkait sejumlah proyek di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Wilhelmus diketahui merupakan salah satu kontraktor di Kabupaten Ngada yang kerap mendapatkan proyek di Kabupaten Ngada sejak tahun 2011.

Atas perbuatanya sebagai pihak pemberi suap, Wilhelmus disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU No.31 Tahun 1999 sebagaiman diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang  Pemberantasan Korupsi.

Sementara sebagai pihak penerima suap, Marianus disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU No.31 Tahun 1999 sebagaiman diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi.(ipp)

Sumber: JPG
Editor: Fopin A Sinaga




Berita Terkait
Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |