Penyerang Gereja Katolik Santa Lidwina Penganut Radikalisme
Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

KESIMPULAN SEMENTARA POLISI
Penyerang Gereja Katolik Santa Lidwina Penganut Radikalisme
Selasa, 13 Februari 2018 - 00:13 WIB > Dibaca 457 kali
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Polisi terus melakukan pengusutan terhadap tersangka yang melakukan penyerangan saat ibadah di Gereja Katolik Santa Lidwina, Sleman Yogyakarta, Minggu (12/2/2018). Bukan hanya pada pengusutan kriminal umumnya, penyelidikan juga melibatkan Detasemen Khusus 88 Anti Teror.

Sebab, polisi mendalami profil Suliyono yang menjadi pelaku tunggal pada peristiwa itu. “Densus 88 sudah turun ke sana, jajaran intel dari Mabes Polri bekerjasama (dengan) Polda DIY untuk mendalami siapa saudara Suliyono ini,” ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (12/2/2018).

Hasil sementara yang diperoleh polisi, Suliyono berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Tersangka ternyata pernah tinggal di Poso, Sulawesi Tenggara dan Magelang, Jawa Tengah. Sehingga, menurut Tito, dari data jati diri yang bersangkutan telah berpaham radikal yang pro kekerasan.

Bahkan, lanjut Tito, berdasarkan informasi yang didapatnya, Suliyono pernah membuat paspor untuk berangkat ke Suriah. “Tapi tidak berhasil. Akhirnya dia melakukan amaliyah (beraksi) untuk menyerang dalam tanda petik kafir versi dia,” ungkapnya. Dengan latar belakang tersebut, pihaknya untuk sementara mendapat kesimpulan bahwa Suliyono memang sosok penganut radikalisme.

“Oleh karena itu, kita lihat yang bersangkutan sangat mendekati bahwa yang bersangkutan sosok yang radikal,” ujarnya. Karena itu, lanjut Tito, penyidik terus berupaya mengembangkan untuk mencari informasi terkait jaringan-jaringan tertentu.

“Persoalannya apakah (pelaku) bekerja sendiri, lone wolf, atau bagian dari jaringan. Ini yang sedang dikembangkan," ujar Tito. Polisi sedang menggali informasi lain berkenaan Suliyono dan jaringan paham radikal. “Sedang dikejar terus oleh tim Mabes Polri dan Polda (DIY) bergabung. Saya juga sudah minta teman-teman instansi intelijen lain membantu,” katanya.(fir/ruh)

Sumber: Pojoksatu
Editor: Fopin A Sinaga




Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |