Riau Pos berupaya menjembatani aspirasi pembaca atau masyarakat Riau pada umumnya. Jika itu berbentuk keluhan terhadap pemerintah daerah, Riau Pos akan menyiapkan liputannya dan diterbitkan di halaman ini. Termasuk instansi lain. Tentunya melalui kaedah atau etika yang sudah ditentukan. Dan Riau Pos berhak untuk memilih mana yang ditindaklanjuti dan yang mana tidak dengan berbagai pertimbangan. Kami juga akan mengedit seperlunya aspirasi pembaca yang dimuat, tanpa mengurangi/menghilangkan substansi isi. Untuk menyampaikan aspirasinya, silahkan kirim pesan teks atau foto, atau keduanya melalui:WA: 081334159333. Email/FB: riaupos.interaktif@gmail.com IG: @riaupos_interaktif, Twitter: @riaupos2017. Path: @riaupos2017.
PLN Area Rengat Terus Lakukan Migrasi
ISI VOUCER: Salah seorang pelanggan listrik prabayar saat mengisi voucer, belum lama ini. Kasmedi/Riau Pos

PLN Area Rengat Terus Lakukan Migrasi
Senin, 12 Februari 2018 - 09:56 WIB > Dibaca 314 kali
 
Pak Manejer PLN, apakah  setiap pelanggan harus ikut migrasi dari pascabayar kepada listrik prabayar. Sementara saya salah seorang pelanggan PLN sudah terbiasa dengan listrik pascabayar atau dibayar setiap bulannya.

WA: 0852 7857 3XXX

RENGAT (RIAUPOS.CO) - PLN Area Rengat sejak 2017 lalu sudah menjalankan program listrik pintar berupa migrasi dari listrik pascabayar kepada listrik prabayar. Bahkan program ini didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) melalui surat yang ditandatangani oleh Bupati Inhu H Yopi Arianto SE saat itu.

Dalam pelaksanaannya, program listrik pintar di Kabupaten Inhu terus berjalan. Bahkan hingga awal Februari 2018 ini sudah mencapai sekitar 85 persen. “Saat ini program listrik pintar yakni pengalihan listrik pascabayar kepada listrik prabayar tinggal di Kecamatan Rengat dan Kecamatan Rengat Barat dari 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Inhu,” ujar Manajer PLN Area Rengat Joy Mart Sihaloho, Sabtu (10/2).

Sesuai rencana, target 100 persen listrik pintar di Kabupaten Inhu pada 31 Maret mendatang. Kerena diperkirakan migrasi dari listrik pascabayar ke listrik prabayar di dua kecamatan tersebut, masih ada sekitar enam hingga tujuh ribu pelanggan lagi.

Pelaksanaan listrik pintar di dua kecamatan tersebut diawali dengan migrasi di kediaman Plt Sekdakab Inhu Ir H Hendrizal MSi di Kelurahan Pematang Reba. “Plt Sekdakab Inhu mengawali migrasi sebelum dilakukan di rumah pelanggan lainnya di Kecamatan Rengat dan Kecamatan Rengat Barat,” sebutnya.

Pengalihan dari listrik pascabayar kepada listrik prabayar dilakukan sebagai salah satu program unggulan PLN. Karena setiap pelanggan dapat mengatur pemakaian daya sesuai keperluan.

Ketika pelanggan sudah beralih kepada listrik prabayar akan terhindar dari pemutusan petugas. Jika pelanggan masih memakai listrik pascabayar dan apabila terlambat melakukan pembayaran selama tiga bulan diberlakukan sanksi pemutusan.

Tidak kala pentingnya, peralihan dari listrik pascabayar ke listrik prabayar akan menguntungkan bagi daerah melalui pandapatan asli daerah (PAD). Karena dari pembayaran rekening listrik itu ada beberapa persen untuk PAD. “Tidak ada lagi pembayaran menunggak atau sudah beralih kepada listrik prabayar, ada PAD penuh yang diterima daerah,” terangnya.(kas)





Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |