ABK Penyeludup 1 Ton Sabu Tak Saling Kenal
Wakasal Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman memberikan keterangan pers terkait penangkapan satu ton sabu dan empat tersangka di Dermaga Lanal Batam, Batuampar, Sabtu (10/2/2018). (Foto: Dalil Harahap/RPG)

SUDAH JADI TARGET OPERASI
ABK Penyeludup 1 Ton Sabu Tak Saling Kenal
Minggu, 11 Februari 2018 - 13:40 WIB > Dibaca 3987 kali
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kapal Sunrise Glory yang membawa 1 ton 29 kilogram narkoba jenis sabu-sabu sudah menjadi target operasi (TO) TNI AL sejak Desember tahun lalu. Kapal ini semula dicurigai membawa sabu-sabu seberat 3 ton. Diduga sebagian isinya sudah dibongkar terlebih dahulu.

Melihat modus kapal ini mencoba memasuki perairan Indonesia, Wakasal Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman mengungkapkan, kemungkinan Sunrise Glory ini satu jaringan dengan kapal Wonderlust yang sebelumnya menyeludupkan sabu ke Jakarta, tahun lalu.

“Mereka ini mencoba masuk dengan menyisir melalui Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Lalu coba-coba masuk, tapi saat akan dikejar mereka akan keluar dari ZEE. Masuk ke perairan internasional,” kata Wakasal Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman, Sabtu (10/2/2018).
 
Achmad menerangkan, sejak Desember tahun lalu, pihaknya menerima informasi ada kapal Sundemen 66 yang akan mencoba menyeludupkan sabu ke Indonesia. Sejak saat itu, TNI AL memerintahkan jajarannya untuk memantau setiap pergerakan kapal di perairan Indonesia. “Kami tidak bekerja sendirian, tapi bersama dengan BNN,” tuturnya.

Rabu, (7/2/2018) kapal yang memiliki ciri-ciri sama saat melintasi selat Philip. TNI AL mengerahkan KRI Siguror. Kapal tersebut ditangkap di titik kordinat 01/08.722U/103.48.022T. Saat ditangkap kapal itu menggunakan bendera Singapura.
“Danguskamla melapor ke Pangmabar, meminta kapal bersama empat krunya itu ditarik ke Batam. Walau nama kapal itu bukanlah sesuai dengan informasi yang kami dapat. Kami bawa dulu, karena secara siluet kapal itu memiliki ciri yang sama dengan kapal yang diinformasikan ke kami,” tuturnya.

Kapal itu masuk ke Batam, Kamis (8/2/2018) dinihari WIB. Dari awal, kata Achmad pihak TNI AL sudah mencurigai kapal ini adalah yang selama ini jadi target operasi mereka. Oleh sebab itu, TNI AL segera berkoordinasi ke Badan Narkotika Nasional. “Pak Arman (Irjen Pol Arman Depari selaku Deputi Penindakan BNN) mengirimkan anggotanya ke kami. Bea Cukai menurunkan unit anjing pelacaknya,” ungkapnya.
Butuh waktu satu hari lebih, untuk pihak TNI AL, BNN dan Bea Cukai menemukan sabu tersebut. “Kami temukan itu, Jumat (10/2) pukul 18.00,” tuturnya.

Sabu itu ditemukan di dalam palka bagian buritan kapal. Sebanyak 41 karung sabu ditemukan di bawah tumpukan karung beras. “Kami menduga itu beras semua, soalnya bagian atas kami lihat isinya beras semua. Berasnya banyak banget, bisa untuk persedian beberapa bulan,” tuturnya.





Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |