Simak! Begini Penjelasan MUI soal Isu Viostin DS Mengandung Babi
Ilustrasi. (JPNN)

BERTEMU PERWAKILAN PT PHAROS
Simak! Begini Penjelasan MUI soal Isu Viostin DS Mengandung Babi
Rabu, 07 Februari 2018 - 20:50 WIB > Dibaca 493 kali
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pertemuan PT Pharos Indonesia sebagai produsen suplemen Viostin DS, dengan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin mengakhiri isu ramainya kandungan babi dalam suplemen Viostin DS.

Tim manajemen PT Pharos Indonesia dalam keterangan tertulis, Rabu (7/2/2018), sudah menjelaskan bahwa Viostin DS dibuat dengan menggunakan bahan baku dari sapi dan sama sekali tidak mengandung babi.

Adapun bahan baku untuk Viostin DS adalah Chondroitin Sulfat yang dipasok dari pemasok luar negeri yang telah memiliki sertifikat halal dari Halal Certification Services/HCS (http://www.halalcs.org/).

Diketahui, lembaga itu sudah masuk ke daftar lembaga sertifikasi halal luar negeri yang diakui oleh MUI. Akan tetapi, soal informasi DNA Babi yang dilontarkan BPOM, Pharos pun telah mengambil langkah tegas dengan menarik seluruh produk.

Di samping itu, mereka juga penghentian produksi dan penjualan. Menurut Direktur Komunikasi Perusahaan PT Pharos Indonesia, Ida Nurtika, upaya itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap konsumen.

Di sisi lain, Ketua MUI KH Ma’ruf Amin sendiri mengatakan PT Pharos Indonesia sebagai produsen Viostin DS telah mengambil langkah yang tepat dalam mengatasi isu ini.

“Saya rasa apa yang dilakukan PT Pharos Indonesia untuk menarik seluruh produk Viostin DS dari pasar sudah benar dan kami mengapresiasi langkah yang diambil,” katanya dalam pertemuan itu.

Karena itu, pihaknya menyampaikan kepada masyarakat agar tidak terlalu resah dalam menanggapi isu ini. Dia menyebut, kewenangan halal dan haram memang menjadi otoritas MUI’ sehingga ada baiknya produsen melakukan uji kembali bahan baku tertentu itu di LPPOM MUI.

Untuk diketahui, PT Pharos Indonesia merupakan perusahaan farmasi nasional yang selama 45 tahun telah berkontribusi pada pembuatan dan penyediaan obat-obat dan suplemen kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

PT Pharos Indonesia mengklaim telah menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dalam seluruh rangkaian produksi, mulai dari pengujian bahan baku hingga produk jadi yang dihasilkan. (ika)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |