1.088 Lampion di Imlek 2569
PASANG LAMPION: Seorang pekerja memasang lampion di Jalan Karet (Jalan Dr Leimena), Selasa (6/2/2018). Pemasangan lampion ini untuk menyemarakkan perayaan Tahun Baru Imlek 2569/2018. (DEFIZAL / RIAU POS)

1.088 Lampion di Imlek 2569
Rabu, 07 Februari 2018 - 10:51 WIB > Dibaca 437 kali
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tahun Baru Imlek 2569 jatuh pada Jumat, 16 Februari mendatang. Se­perti tahun-tahun sebelumnya, perayaan Imlek di Kota Pekan­baru dipusatkan di Jalan Karet (Jalan Dr Leimena), Sena­pelan. Sebanyak 1.088 lampion merah dipasang untuk memeriahkan perayaan.

Widjadi Nauli Basa, Ketua Pelaksana Perayaan Imlek Bersama di Pekanbaru dalam konferensi pers, Selasa (6/2) menjelaskan, Tahun Baru Imlek secara tradisi merupakan perayaan awal musim semi bagi para petani untuk bercocok tanam. Dalam sejarah perkembangannya, tahun baru (sin cia) yang disebut Imlek dalam dialek Hokkian, dirayakan oleh seluruh warga Tionghoa sebagai bagian dari kebudayaan tanpa melihat latar belakang agama atau keya­kinan.

“Sebagai rasa syukur, maka umat agama apapun akan menyesuaikan ungkapan syukurnya di rumah ibadah berdasarkan keyakinan atau kepercayaannya itu. Sedangkan bagi yang beragama Kong Hu Cu dan sebagian penganut Tri Dharma (ajaran dari Kong Hu Cu,  Confucius, Tao dan Buddha), Tahun Baru Imlek juga dirayakan sebagai hari raya keagamaan,” ungkap Widjadi Nauli Basa.

Menjelang Imlek 2569, perkumpulan masyarakat Tionghoa yang ada di Provinsi Riau tengah mempersiapkan serangkaian acara untuk menyambut perayaan Imlek yang akan dipusatkan di Jalan Karet Kota Pekanbaru pada 16 Februari mendatang.

“Perayaan Imlek tahun ini mengangkat tema ‘Dengan Semangat Bhinneka Tunggal Ika, Kita Bangun NKRI yang Sejahtera dan Harmonis’. Perayaannya akan dihiasi dengan 1.088 lampion merah. Persiapan untuk pelaksanaan Imlek tahun ini sudah mencapai 90 persen,” ungkapnya lagi.

Dalam rangka memeriahkan perayaan Imlek tahun ini, Widjadi katakan pihaknya juga mengadakan lomba baca puisi, pidato dan mengarang dalam bahasa Mandarin untuk pelajar. Selain itu juga, panitia menyediakan sekitar 40 stan gratis untuk UMKM dan beberapa branding nasional, serta tempat untuk pedagang asongan di pusat perayaan.

“Detik-detik menjelang Tahun Baru Imlek 2569 nanti akan ada acara kembang api dan petasan serta hiburan atau nyanyian lagu nuansa Tahun Baru Imlek. Dan puncak acara akan ditutup dengan penyerahan hadiah bagi para juara berbagai perlombaan,” tutupnya.

Sementara itu, Dewan Penasehat Panitia Imlek Bersama Peng Suyoto yang juga merupakan Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau mengatakan, Tahun Baru Imlek 2569 merupakan tahun Shio Anjing tanah yang melambangkan kesetiaan.

“Imlek tahun ini merupakan perayaan pergantian tahun bagi masyarakat Tionghoa. Semua masyarakat Tionghoa di seluruh dunia pasti merayakannya. Begitu juga dengan masyarakat Tionghoa di Riau yang akan melaksanakan Imlek bersama di Kota Pekanbaru ini” sebutnya.

Sementara itu dewan penasehat lainnya yakni Siswaja Muljadi menyampaikan harapan kepada pemerintah terkait agar iven Imlek tahunan ini dapat dilirik sebagai sumber pendapatan asli daerah dengan menjadikan iven tersebut sebagai sarana wisata di Provinsi Riau.

“Kegiatan etnis Tionghoa ini kan banyak di beberapa derah di Riau. Hendaknya pemerintah dapat melirik itu sebagai wisata budaya dengan memberdayakan dinas pariwisata dan dinas terkait lainnya,” ujar anggota DPRD Riau ini.(*1)


Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |