Joko Widodo Bakal Tenggelam Jika...
Joko Widodo.

PEMILIHAN PRESIDEN 2019
Joko Widodo Bakal Tenggelam Jika...
Senin, 05 Februari 2018 - 01:37 WIB > Dibaca 18742 kali
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago berpendapat, hasil survei yang dilansir beberapa lembaga survei tidak jadi jaminan Joko Widodo bakal mulus lolos menjadi presiden lagi pada pemilihan presiden 2019. Joko Widodo malah disebutkannya bisa tenggelam jika salah memilih calon wakil presiden.

Menurut Pangi jika calon kompetitor Jokowi merupakan kombinasi yang tepat, maka bisa saja mantan Wali Kota Solo itu kalah. Pasangan yang bisa mengancam posisi Joko Widodo adalah Gatot Nurmantyo-Anies Baswedan, Gatot Nurmantyo-TGB Zainul Majdi, Gatot Nurmantyo Anis Matta, atau bahkan Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Simulasi yang ada di atas bisa membahayakan dan  berpotensi menenggelam  Jokowi,”  kata Pangi Minggu (4/2/2018). Saat ini, nama-nama yang mengemuka untuk menjadi cawapres Jokowi sudah cukup banyak. Misalnya, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, AHY, Gatot Nurmantyo, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko,  Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar dan juga TGB Zainul Majdi.

“Nama di atas punya kans menjadi cawapres pendamping Presiden Jokowi. Namun kalau saya cermati dan telaah lebih dalam, TGB paling besar kans terpilih jadi pendamping Jokowi. Namun problemnya apakah TGB mau?” tanya Pangi.
 
Menurut dia, Jokowi harus mengambil wakil dari representasi suara umat Islam. “Kalau tidak, dipastikan beliau tenggelam,” tegas Pangi. Jika TGB tidak mau menjadi pendamping Jokowi, kata Pangi, maka nama yang ada dari kalangan Islam dan punya dukungan signifikan adalah Muhaimin Iskandar. Namun, Pangi juga menyodorkan simulasi menarik.

Menurut Pangi, justru Jokowi bisa menggandeng Anis Matta. “Namun ingat kalau Jokowi berpasangan dengan Anis Matta, maka soliditas umat bisa kembali memilih Jokowi,” katanya.
 
Dia menambahkan, peluang Jokowi untuk menang justru kecil jika menggandeng AHY. Apalagi jika Jokowi-AHY bersaing dengan Gatot Nurmantyo-TGB Zainul Madji atau Gatot-Anis Matta, maka peluangnya untuk menang makin kecil. “Ini menjadi ancaman serius bagi Jokowi,” tegas Pangi.
 
Lebih lanjut Pangi menjelaskan, cawapres minimal harus memiliki tiga modal. Pertama, elektabilitas, amunisi dan partai. Namun, katanya, ada yang jauh lebih penting. “Yakni, bagaimana basis segmen pemilih Jokowi berbeda dengan basis pemilih cawapres. Jangan sampai sama ceruk segmen pemilihnya. Kedua, soal representasi daerah dan umat,” jelasnya.(boy)

Sumber: JPNN
Editor: Fopin A Sinaga




Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |