Awas... Sengat Ikan Pari Berbahaya. Menteri Agama Saja Kena
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin harus menjalani perawatan di rumah sakit karena tersengat ikan pari. (Foto: Istimewa/JPG)

Awas... Sengat Ikan Pari Berbahaya. Menteri Agama Saja Kena
Senin, 05 Februari 2018 - 00:09 WIB > Dibaca 647 kali
 
JOGJAKARTA (RIAUPOS.CO) - Peristiwa Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang sempat tak sadarkan diri akibat tersengat ikan pari, memantik keingintahuan tentang bahayanya sengat ikan pari.

Untuk diketahui, Lukman Hakim tersengat kian pari saat berada di Pulau Sangalaki. Dia terkena luka di bagian bawah mata kaki di atas tumit kaki kanannya. Akibat sengatan itu, Lukman dibawa ke Puskesmas Derawan, lalu dirujuk ke RSUD Berau. Kondisinya kini sudah mulai membaik setelah mendapat penanganan yang baik.

Seberapa berbahayakah sengatan ikan pari? Dosen Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada (UGM), Drh Slamet Raharjo MP menjelaskan ikan pari memang misterius.

Ikan pari adalah ikan bertulang rawan (chondrichthyes/elasmobranchii) kerabat dekat ikan hiu. Sebagian spesies (tidak semua) ikan pari memiliki duri penyengat (sting) pada punggung ekor.

Menurut Slamet, beberapa spesies pari air tawar dan manta tidak memiliki duri penyengat atau sting. Sebagian besar jenis ikan pari yang memiliki duri penyengat memiliki venom atau racun yang bersifat neurotoxic atau racun saraf, hemotoxic atau racun darah dan hemolysin atau racun penghancur sel darah.

"Beberapa spesies fatal untuk manusia," katanya Minggu (4/2/2018).

Dokter hewan dan praktisi hewan eksotik serta satwa liar itu menjelaskan kekuatan venom tergantung pada berat badan korban. Makin tinggi berat badan makin aman. "Sedangkan lokasi tersengat makin dekat jantung makin fatal," ujar Slamet yang merupakan anggota Toksinologi Indonesia.

Menurut Slamet, kasus yang menimpa Menteri Agama tidak diketahui dengan jelas spesiesnya. Namun, mengingat diikuti perdarahan dari luka, Slamet menduga jenis tipe venom kombinasi neurotoxin-hemolysin yang biasanya kekuatannya tinggi dan berpotensi fatal.

"Beruntung (infonya) yang menyengat adalah pari kecil sehingga dugaan saya, jumlah venom yang masuk tidak mencapai dosis fatal," jelasnya. Sebelumnya, Menag bersama istri dan anak-anaknya berlibur ke Pulau Derawan, Maratua, Kakaban, Sangalaki, dan berencana ke Labuan Cermin di wilayah Kaltim. Sabtu (3/2/2018), dari Pulau Derawan, Menag dengan keluarga bermaksud menuju Pulau Maratua. Namun karena hujan lebat dan ombak besar, mereka terpaksa singgah di Pulau Sangalaki menunggu cuaca membaik.

Setelah sekitar 2 jam di Sangalaki, mereka bersiap menuju Pulau Kakaban. Ketika hendak naik boat, dan permukaan air laut masih sebatas betis, tiba-tiba ikan pari menyengat bawah mata kaki di atas tumit kaki kanan Menag.(ika)

Sumber: JPG
Editor: Fopin A Sinaga




Berita Terkait
Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |