Lari dari Penagih Utang, Rice Cooker Melayang
Ilustrasi. (RIAU POS)

Lari dari Penagih Utang, Rice Cooker Melayang
Minggu, 04 Februari 2018 - 11:01 WIB > Dibaca 409 kali
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kebutuhan hidup yang semakin meningkat, namun tidak memiliki pendapatan tetap membuat Desi (bukan nama sebenarnya) memberanikan diri meminjam uang pada rentenir.

Demi gengsi dan gaya hidup, setiap ada eluang, Desi berani meminjam uang kepada rentenir. Berdagang makanan, hanya sebagai kedok untuk memuluskan pencairan pinjaman sejumlah uang.

Warga Kelurahan Air Dingin ini, kepada Riau Pos Sabtu (3/2) mengatakan, penghasilan suaminya sebagai kuli bangunan, tidak cukup menghidupi dia dan ketiga anaknya. “Saya usaha juga, jadi harus berani ambil risiko,” ujarnya.

Tak tanggung tanggung, setiap hari Desi harus membayar kreditnya sebesar Rp300 ribu untuk enam orang pemberi jasa peminjaman uang. Hampir setiap waktu, para penagih utang datang menggedor pintu rumahnya, namun ada saja alasan Desi untuk mengelak membayar utang- utangnya.

Salah satunya dengan menggembok rumahnya. Tujuannya untuk mengelabui penagih yang datang dan menduga dia tidak berada di rumah. Padahal, sebenarnya Desi tetap berada di dalam rumah.  "Kita gembok saja pintu depan kan mereka mikir pasti tidak ada orang di rumah,”ujarnya.

Namun, hari ini nahas bagi Desi, karena caranya selama ini tidak berhasil mengelabui saru dari enam penagih utang.

Reda yang menunggu di depan rumah sejak pagi, tidak begitu saja percaya jika rumah tersebut kosong. “Sudah tiga hari saya ke sini, kosong terus apa tidak sekolah anak-anaknya,” ujarnya.

Berdasarkan kecurigaannya, Reda akhirnya melihat Desi berada di rumah. Karena saat Reda mencoba ke belakang rumah, Reda terkejut karena Desi sedang menyuci pakaian.

Karena merasa ditipu, Reda langsung meminta Desi membayar utang, namun tetap saja Desi tidak bisa membayar dengan alasan penjualan makanannya tidak laku, dan suaminya belum mendapatkan pekerjaan. Karena kesal telah ditipu dan uang juga tidak dapat, Reda akhirnya mengambil rice cooker yang dimiliki Desi.

Tanpa perlawanan, Desi merelakan rice cooker yang baru dibelinya dua pekan lalu diambil Reda.(cr4)


Berita Terkait
Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |