Hot Spot Muncul, Opsi Status Siaga Mencuat
LAHAN TERBAKAR: Terjadi kebakaran hutan dan lahan di sekitar Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau, beberapa waktu lalu. (MHD AKHWAN/RIAUPOS)

Hot Spot Muncul, Opsi Status Siaga Mencuat
Minggu, 04 Februari 2018 - 10:30 WIB > Dibaca 394 kali
 
RIAUPOS.CO-Kondisi hot spot kembali hampiri beberapa daerah di Riau. Poin ini menjadi perhatian, karena jumlah hot spot mulai meningkat beberapa waktu belakangan ini.

Meskipun sempat muncul beberapa hotspot beberapa waktu belakangan ini, kondisi cuaca di Riau masih bersahabat. Kondisi ini berimbas pada nihilnya hotspot, Jumat (2/2/2018).

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Pekanbaru Slamet Riyadi mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan kondisi cuaca di Riau. Sebelumnya, BMKG Stasiun Pekanbaru terpantau 17 hotspot di Riau.

Angka hot spot tersebar di Kabupaten Indragiri Hilir 6 hotspot, Pelalawan 5 hotspot. Kemudian di Kabupaten Inhu dua hotspot, Kabupaten Bengkalis, Kampar, Kuansing dan Siak masing-masing satu hotspot.

“Memang hotspot mulai terpantau di beberapa daerah. Beberapa hotspot berada di level confidence di atas 70 persen yang berarti berkemungkinan besar merupakan titik api,” urainya.

Tidak hanya itu hotspot juga terpantau di beberapa daerah Sumatera. Hotspot terpantau di Bengkulu 18 titik, Jambi 6 hotspot, Lampung 2 hotspot, Sumatera Barat 18 hotspot Sumatera selatan 7 hotspot, Kepulauan Riau 2 hotspot dan Bangka Belitung 3 hotspot.

Sementara untuk langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menjadi perhatian ekstra. Salah satu yang perlu dipersiapkan adalah penetapan status siaga darurat, baik di tingkat kabupaten/kota maupin provinsi.

Untuk tingkat provinsi, proses penetapan status siaga darurat asap karena Karhutla masih kondisional. Dalam implementasinya, pihak provinsi masih menunggu penetapan status serupa di kabupaten/kota di Riau.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau Edwar Sanger, mengatakan langkah antisipasi terus dilakukan. Dalam implementasinya, ia mengimbau BPBD kabupaten/kota agar dapat melakukan hal yang sama. Khususnya mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

“Pengawasan terus dilakukan. Saat ini kami hanya bisa mendorong daerah untuk melakukan langkah preventif. Ini menjaga agar luasan lahan yang terbakar tidak melebar luas,” tuturnya.

Begitu juga untuk penetapan status siaga tersebut juga ada aturan yang mengaturnya. Dimana tingkat provinsi akan menetapkan status siaga jika sudah ada 3 darah melakukan penetapan status siaga.

Selain itu, penetapan status siaga darurat asap karena Karhutla juga perlu dilakukan koordinasi dengan BMKG Stasiun Pekanbaru dan stakeholder terkait. Baru selanjutnya dilaporkan ke Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman. Diharapkan tahun ini Riau kembali bebas dari ancaman karhutla.(s-sf/rio)



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |