KTP-el Dibuatkan, Lahan Diperjuangkan
CURHAT: Warga RT 06 RW 01 Dusun Toro Jaya berkeluh kesah dan mencurahkan isi hati (curhat) tentang kehidupan yang mereka alami, beberapa waktu lalu.(MONANG LUBIS/RIAU POS)

Dilema Dusun Toro Jaya di Taman Nasional Tesso Nilo (4-habis)
KTP-el Dibuatkan, Lahan Diperjuangkan
Sabtu, 03 Februari 2018 - 11:51 WIB > Dibaca 978 kali
 
Warga Dusun Toro Jaya kini mulai bisa bernapas lega. Legalitas kependudukan yang sejak dulu mereka idam-idamkan sudah di depan mata. Tanah tempat ribuan jiwa berdiam diperjuangkan untuk dilepas dari kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Tinggal menunggu hasil.

PELALAWAN (RIAUPOS.CO)-Kepala Dusun Toro Jaya Suryadi begitu senang mendapat kabar akan adanya perekaman kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) untuk warganya. Itu betul yang diinginkannya sejak bertahun-tahun tinggal di sana.

“Alhamdulillah, Pak Bupati mau memperhatikan kami di sini,” ucapnya.

Perekaman data itu sudah mulai dilaksanakan. Kamis (27/1) menjadi hari pertama warga merekam data. Para petugas dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Pelalawan datang ke sana. Warga pun ramai mendatangi posko perekaman data yang dibuat seadanya. Mereka dibagi per kelompok. Pembagiannya berdasarkan RT. Ini dilakukan agar warga tak menumpuk dan tak berdesak-desakan. Perekaman data ini dilakukan dengan cara manual. Wajar saja, di lokasi itu tak ada internet.

“Nanti data itu dibawa ke Kantor Disdukcapil untuk dientri,” kata Suryadi.

Dusun Toro Jaya ini masuk ke dalam wilayah administrasi Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Pelalawan. Wilayah dusun ini hampir seluruhnya berada dalam kawasan TNTN. Tentu, dengan adanya legalitas kependudukan ini, menjadi gerbang untuk legalitas lahan mereka. Menjadi kekuatan dalam upaya pelepasan status TNTN.

“Kami juga ucapkan terima kasih kepada bupati yang sudah komit untuk memperjuangkan pelepasan status lahan ini,” kata Suryadi.

Kalaupun pelepasan status lahan itu tak bisa direstui pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Pemkab Pelalawan juga sudah menyusun langkah selanjutnya. Pemkab merencanakan upaya relokasi atau pemindahan masyarakat Dusun Toro Jaya ke tempat pemukiman lainnya. Tentunya tempat yang layak.

“Ya, meski pada tahun 2002 hingga 2004 silam kami telah mengajukan permohonan pembebasan, serta relokasi lahan pemukiman masyarakat Dusun Toro Jaya, namun sejauh ini masih belum dikabulkan KLHK,” kata Bupati Pelalawan HM Harris di ruang kerjanya baru-baru ini.





Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |