Nyaman dengan Operasi Laparoskopi
dr Ilham S Lubis SpOG, Dokter Spesialis Kandungan Rumah Sakit Awal Bros Panam. (RIAU POS)

Nyaman dengan Operasi Laparoskopi
Jumat, 02 Februari 2018 - 10:07 WIB > Dibaca 603 kali
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO)-KECANGGIHAN dan kemajuan teknologi sangat membantu dalam kehidupan manusia tidak terkecuali di dunia kedokteran. Dulu, ketika mendengar kata operasi, tidak sedikit yang langsung membayangkan hal-hal yang berat seperti pembedahan dinding perut lewat sayatan yang besar, pendarahan yang banyak, penyembuhan pasca operasi yang memerlukan waktu lama dan sebagainya.

Saat ini seiring kemajuan teknologi, hal-hal berat itu sudah bisa diminimalisir. Melalui metode operasi laparoskopi pasien dan keluarga akan mendapatkan banyak manfaat dibandingkan metode operasi konvensional (laparotomi). Laparoskopi merupakan suatu tindakan pembedahan invasif minimal (minimal invasive surgery).

Laparoskopi hanya memerlukan pembedahan melalui suatu irisan kecil (0,5 hingga 1 cm) di dinding perut.  Jumlah lubang yang diperlukan antar tiga sampai empat lubang yang fungsinya sebagai jalur untuk memasukkan alat ke dalam perut. Satu lubang digunakan untuk memasukkan lensa kamera (teleskop) yang dihubungkan dengan monitor televisi. Lubang yang lain untuk memasukkan peralatan tindakan seperti gunting, penjepit jaringan, pemegang jarum dan peralatan lainnya.

Salah satu tindakan yang dilakukan melalui laparoskopi adalah yang terkait dengan ginekologi (penyakit kandungan) yang bisa diperoleh di Rumah Sakit Awal Bros Panam, Pekanbaru. Menurut Dokter Spesialis Kandungan Rumah Sakit Awal Bros Panam dr Ilham S Lubis SpOG, laparoskopi ginekologi (gynecologic laparoscopy) menjadi pilihan bagi pasien yang bermasalah dengan kandungan, sehingga penggunaan laparoskopi ginekologi ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan penanganan reproduksi.

Berbagai penyakit atau masalah kandungan bisa diatasi dengan metode laparoskopi yaitu kista, mioma, abses (kantong nanah, sebagai akibat infeksi) pada tuba dan ovarium (TOA), tumor ovarium, endometriosis, adenomiosis, infertilitas, berbagai masalah di tuba, pengangkatan rahim, ovarian drilling, bentuk dalam kelamin wanita hingga kehamilan di luar kandungan.

Sebagai contoh pada pengangkatan kista, laparoskopi sudah banyak digunakan. Dikatakan lebih akurat karena melalui pembesaran gambar kamera, pemisahan jaringan kista dengan jaringan ovarium bisa lebih baik dibandingkan secara laparotomi. Namun umumnya kista yang bisa diangkat lewat laparoskopi adalah yang berukuran di bawah 15 cm, sedangkan mioma di bawah 10 cm.

“Dokter melakukan penanganan dengan cara melihat melalui monitor televisi yaitu hasil dari gambar yang dikirimkan kamera yang dimasukkan melalui lubang di dinding yang disayat dalam ukuran yang kecil. Tindakan yang dilakukan tergantung jenis penyakitnya apakah pengangkatan, pemecahan, perbaikan ataupun untuk melakukan diagnosa dan terapiotik,” kata dr Ilham.





Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |