Ketika Hutan ’’Disulap” Menjadi Perkampungan
JALAN TANAH: Pemandangan Dusun Toro Jaya yang masih jalan tanah dengan rumah semi permanen di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Pelalawan, Selasa (23/1/2018).(MONANG LUBIS/RIAU POS)

Dilema Dusun Toro Jaya di Taman Nasional Tesso Nilo (1)
Ketika Hutan ’’Disulap” Menjadi Perkampungan
Rabu, 31 Januari 2018 - 16:06 WIB > Dibaca 2526 kali
 
Hutan seharusnya menjadi tempat berlindung puluhan bahkan ratusan jenis satwa. Namun, kini berganti menjadi rumah bagi ribuan manusia. Ketika hutan disulap menjadi kebun yang semestinya tempat tumbuh tingginya pohon-pohon langka, sekarang sejauh mata memandang, yang terlihat hanyalah hamparan tanaman kelapa sawit.

PELALAWAN (RIAUPOS.CO)-Begitulah gambaran Dusun Toro Jaya, yang masuk wilayah administrasi Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Dusun ini disebut-sebut berada dalam kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Jika mengacu kepada aturan, tak boleh ada perkampungan di sana. Warga harus meninggalkan TNTN.

Namun ini menjadi dilema. Kehidupan warga yang jumlahnya mencapai 8.000 jiwa sudah terlanjur berkembang pesat di sana. Sosial, ekonomi, pendidikan, bahkan struktur pemerintahan terendah tersusun de­ngan apiknya. Meski pembangunan fisik tak bisa disentuh uang negara, tapi fasilitas di kampung ini bisa tercipta dengan swadaya.

Warga kompak membangun dusun mereka dengan sekuat tenaga, walaupun hasilnya tak secantik yang dibuat pemerintah.

Selasa (23/1) lalu, Riau Pos memasuki Dusun Toro Jaya. Jika dari Pekanbaru, akan memakan waktu lima jam. Masuk dari Desa Gunung Sari, Kecamatan Gunung Sahilan, Kampar. Dari desa ini, tidak lagi melewati jalan aspal. Hanya jalan tanah pengerasan yang berada di dalam kawasan konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Cukup lama perjalanan yang ditempuh di kawasan RAPP ini. Menggunakan kendaraan roda empat, memakan waktu sekitar dua jam. Ada tiga pos pengamanan yang dijumpai. Setiap pos, petugas yang berjaga selalu mencatat identitas pengemudi dan nomor polisi kendaraan. Pada pos ketiga yang menjadi pos terakhir, petugas jaga menanyakan tujuan kedatangan.

“Mau ke mana Pak?,” tanya petugas yang mengenakan seragam dongker itu.

Menjawab pertanyaan itu, Riau Pos mengaku akan ke Dusun Toro Jaya. “Oh, mau ngambil lahan ya Pak?” sahut petugas itu menerka maksud ke Dusun Toro Jaya.

Pernyataan petugas itu seolah dia tahu, bahwa di Toro Jaya adalah lahan perkebunan. Wajar saja jika ada orang asing yang datang, dia langsung menerka, yang tak lain tujuannya untuk membeli lahan kebun atau sekadar menengoknya. Tak menjadi rahasia lagi, di kawasan TNTN bukanlah hutan seperti yang dipikirkan.





Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |