Hiii... Ada Nenek yang Hidup Dua Tahun Bersama Mayat
Ilustrasi.

JUGA KURUNG DUA ANAK DI KAMAR
Hiii... Ada Nenek yang Hidup Dua Tahun Bersama Mayat
Rabu, 31 Januari 2018 - 13:19 WIB > Dibaca 629 kali
 
CIMAHI (RIAUPOS.CO) - Kehidupan Neneng Khotijah yang sudah berusia 76 tahun terbilang aneh. Selasa (30/1/2018) terungkap bahwa warga Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi Jawa Barat itu sudah hidup bersama dua mayat di rumahnya selama dua tahun terakhir.

Keanehan sang nenek terungkap saat petugas pendataan Puskesmas Melong melakukan kunjungan ke rumahnya. Bukan hanya menyimpan mayat, Neneng juga mengurung dua anaknya di kamar, yang disebutkan mengalami kelainan jiwa.  Beruntung petugas kesehatan berhasil masuk ke dalam rumahnya dan mengevakuasi dua mayat yang sudah menjadi kerangka itu.

Dua mayat yang sudah berbentuk kerangka itu adalah Nanung Sobana (84), dan Hera Sri Herawati (50). Nanung adalah suami Neneng, sedangkan Hera adalah anak pertamanya.Saat datang tim merasa heran lantaran Neneng menolak kunjungan tersebut.

"Akhirnya, kami minta bantuan dokter puskesmas serta ketua RT dan RW setempat agar bisa masuk," ujar petugas kesehatan Puskesmas Melong Zacki Rahman di lokasi kejadian.

Neneng akhirnya bersedia keluar dari rumah. Dibantu ketua RT dan RW, petugas kesehatan langsung masuk ke dalam rumah. "Saat berada di dalam rumah, kami kaget karena ada tulang belulang dengan posisi telentang yang ditutupi sehelai kain sarung," katanya. Kejadian itu langsung dilaporkan ke polisi.

Di tempat yang sama, Kapolsek Cimahi Selatan AKP Sutarman mengungkapkan, Neneng tidak hanya hidup dengan dua mayat. Di dalam rumah itu juga ada dua anak Neneng yang sengaja dikurung karena alasan menderita gangguan jiwa. Mereka adalah Erna (48), dan Deni (43). "Selama hampir dua tahun tiga orang tersebut hidup berdampingan dengan jasad Nanung dan Hera," ungkapnya.

Sutarman menambahkan, kematian Nanung dan Hera bukan akibat tindak kekerasan. Karena itu pula, polisi tidak melakukan otopsi terhadap jenazah Nanung dan Hera. Nanung diperkirakan meninggal pada Desember 2017, sedangkan Hera pada Januari 2016.

"Kami menyimpulkan, tidak ada unsur kekerasan dalam kematian Nanung dan Hera. Kerangka keduanya langsung dimakamkan," ungkapnya. Kemarin Neneng dan dua anaknya juga diamankan. Bahkan, anak kedua Neneng langsung dibawa ke rumah sakit jiwa untuk menjalani pemeriksaan. Sementara itu, Neneng bersama anak ketiganya dibawa ke RSUD Cibabat. "Untuk Neneng sendiri, belum bisa dipastikan apakah dijerat pidana atau tidak. Akan dilakukan tes kejiwaan lebih dahulu," katanya.(ziz/rie/c5/fat)

Sumber: JPG
Editor: Fopin A Sinaga




Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |