Tak Ingin seperti Asmat, 10 Daerah Ini Jadi Perhatian Menkes
Ilustrasi. (JPG)

TERSERANG WABAH PENYAKIT
Tak Ingin seperti Asmat, 10 Daerah Ini Jadi Perhatian Menkes
Selasa, 30 Januari 2018 - 16:40 WIB > Dibaca 547 kali
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pendistribusian bantaun pangan maupun obat-obatan terus dilakukan pemerintah untuk memulihkan kondisi masyarakat yang terserang wabah penyakit di Kabupaten Asmat, Papua.

Adapun pengiriman tenaga medis dan alat kesehatan juga menjadi hal utama yang dilakukan pemerintah. Akan tetapi, di samping Asmat, Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek mengindikasi ada sepuluh daerah lain yang berpotensi terserang wabah penyakit.

Hal itu diketahui setelah Menkes melakukan kordinasi dengan pemerintah setempat.

"Kami dari Agat berkumpul di Timika mengumpulkan kepala dinas itu ada yang hadir 10 orang kami sudah menyisir daerah berpotensi, sudah ada 10 daerah yang kami takutkan," katanya di Kemenkominfo Jakarta, Senin (29/1/2018).

Meski begitu, dia enggan untuk menjabarkan keseluruhan wilayah rawan itu. Dia hanya menyebut beberapa daerah seperti Yakuhimo, Tolikara, dan Pegunungan Bintang yang memiliki letak geografis mirip Asmat dan letaknya juga jauh dari pusat kota.

Sementara itu, guna mencegah sepuluh daerah tersebut bernasib sama dengan Asmat, Menkes telah menyiapkan langkah-langkah untuk memberikan kesehatan bagi masyarakat di daerah tersebut.

Upaya yang sudah direncanakan seperti pemberian Imuniasi dan penyaluran bantuan makanan.

"Satu demi satu akan kami lakukan misalkan imunisasi, dan kemudian pemberian makanan tambahan," tuturnya.

Lebih jauh, dia menyebut pihaknya akan meminta bantuan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk membantu membuat sumber air bersih di wilayah tersebut.

Sebab, sejauh ini masyarakat hanya mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Selain itu, Menkes juga akan bekerja sama dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan) guna menjaga ketahanan pangan di daerah potensial wabah tersebut.

Adanya stok memadai, kata dia lagi, diharapkan dapat memenuhi gizi masyarakat.

"Di samping itu harus paralel ketahanan pangannya, kami harus bicarakan dengan Kemenpan, kan gak mungkin dikasih biskuit terus menerus," tandasnya. (sat)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |