Banyak Anak, Ditalak

Alamaaak!
Banyak Anak, Ditalak
Sabtu, 27 Januari 2018 - 10:29 WIB > Dibaca 1135 kali
 
(RIAUPOS.CO) - KETAHUAN punya anak banyak, Ria harus rela ditalak cerai oleh suami. Kok bisa?

“Nikahnya siri, karena belum punya uang,” cerita Ria saat dijumpai salah satu e-warung di sekitaran daerah Sigunggung, Kamis (25/1).


Memiliki enam orang anak dari pernikahan pertamanya, membuat Ria harus bekerja keras menafkahi anak-anaknya.

Suami pertama Ria pergi meninggalkan rumah tanpa ada kabar.

“Sudah tiga tahun tidak pulang dan tak ada kabar,” ujarnya.

Tapi Ria tidak trauma untuk membangun rumah tangga kembali. Ia pun bertemu Roni (bukan nama sebenarnya). Seorang duda satu anak.

Meskipun pekerjaan Roni hanya sebagai buruh bangunan, Ria tetap memilihnya. Dalam masa perkenalan, Ria hanya mengenalkan tiga anaknya saja ke Roni. Karena tiga anaknya yang lain tinggal bersama neneknya di kampung.

“Saya memang tidak bilang punya enam anak. Tapi saya tidak bohong kalau saya punya 3,” katanya.

Setelah berkenalan selama lima bulan, bulan keenam mereka memutuskan untuk menikah. Karena usia mereka tidak pantas pacaran seperti remaja. Anak Roni juga tidak menginap di rumah kita, karena masih ikut ibunya, namun kadang kadang menginap di rumah.

"Anaknya juga sudah akrab dengan ketiga anak saya," sebut Ria.

Masalah muncul ketiga anak Ria yang di kampung datang ke Pekanbaru. Roni kaget. Ia tak menyangka Ria ternyata memiliki enam anak.

“Tiga di kampung karena mereka sudah besar, bisa mengurus nenek di sana. Kalau tiga di sini masih kecil-kecil. 7, 5 dan 3 tahun,” kata Ria menjelaskan.


Awalnya sih Roni menerima. Soalnya Ria tidak membebani biaya pendidikan anak-anaknya kepada Roni. Namun seiring berjalannya waktu, pertengkaran demi pertengkaran sering terjadi di rumah tangga mereka.

Keharmonisan itu hanya bertahan dua bulan saja. Kebutuhan yang banyak dengan banyaknya anggota keluarga menjadi alasan Roni meninggalkan Ria.

“Saya tidak memaksa dia untuk biayai sekolah anak-anak saya, karena dari jualan jamu bisa membantu,” ujarnya.

Ria pun setuju berpisah. Bukan karena membenarkan alasan Roni. Tapi karena sikap Roni yang sering kasar kepada anak anaknya.

“Dia talak saya. Tentu saya kaget. Tapi karena sering ribut, saya juga tidak mau balikan lagi,” ujarnya.

Akhirnya, Ria pun kembali harus menjalani hidup sebagai seorang janda.(cr4)





Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |