Ternyata Selingkuh dengan Anak SMA, Pantasan Wangi dan Necis...

BEGINI CERITANYA
Ternyata Selingkuh dengan Anak SMA, Pantasan Wangi dan Necis...
Jumat, 26 Januari 2018 - 00:32 WIB > Dibaca 1275 kali
 
Sudah lama pisah ranjang, namun wanita ini tetap curiga ketika mendengar sang suami pacaran dengan anak SMA. Dia berusaha memergoki mereka. Sayangnya, dia terjatuh dari motor dan tulang kakinya bermasalah. Mengapa sampai begitu?

Begini ceritanya...

Martini (bukan nama sebenarnya) harus berjalan menggunakan kruk di Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya, Selasa (23/1) lalu. Kaki kanan wanita 38 tahun itu bengkak setelah dirinya jatuh di Jalan Diponegoro, Surabaya.

Martini jatuh bukan karena sedang balap liar. Saat itu, dia sedang mengejar suaminya, Mariano (juga bukan nama sebenarnya), yang berboncengan dengan selingkuhan.

“Mau nemui suami, malah jatuh. Terpeleset," kata Martini sambil menunggu pendaftaran gugatan cerainya.

Dia  mengaku mendapat informasi dari tetangganya bahwa Mariano keluar lagi meski baru saja pulang. “Karena itu, saya langsung kejar mereka," kata perempuan yang terkenal agak "garang" ini.

Benar saja, dia melihat motor yang dikendarai suaminya di lampu merah. Saat itu, Mariano sedang berboncengan dengan seorang perempuan. Namun Martini tidak bisa langsung mendekat karena terkena macet. Begitu lepas dari kemacetan, dia langsung tancap gas.

Nahas, baru berjalan sekitar 500 meter dia terpeleset ceceran solar di jalan. Untung saja tidak ada mobil di belakangnya. Sebelum terkena musibah, Martini sudah pisah ranjang dengan suaminya. Dia bersama tiga anaknya tinggal di rumah kakaknya yang tak jauh dari kediamannya.

“Rumah yang biasa saya tempati sengaja saya kunci. Kayaknya dia mau ambil sesuatu tapi nggak bisa masuk,” tutur Martini.  

Dia menambahkan, Mariano ketahuan selingkuh sekitar sebulan yang lalu. Martini memperoleh informasi tersebut dari para tetangga.

"Saya cuek. Biasanya tetangga saya itu doyan nggosip. Kata tetangga yang lihat, perempuannya masih muda. Umur SMA kira-kira," imbuh Martini.

Dia mulai curiga ketika sering melihat suaminya menggunakan minyak rambut dan minyak wangi sambil nyanyi-nyanyi di depan cermin. Mirip lelaki gatal yang sedang puber lagi.

“Aku ya tidak curiga karena suamiku sales. Siapa tahu suami mau ketemu pembeli. Namun, kadang, kok, senyum-senyum," lanjutnya.

Martini akhirnya memberanikan diri untuk bertanya pada suami. “Langsung saya tempeleng karena tanya baik-baik jawabannya bikin kesal," tutur Martini.

Setelah kejadian itu, Mariano selalu pulang malam. Martini memilih mengungsi di rumah kakaknya bersama tiga anaknya. Sementara itu, rumah yang selama ini dia tempati digembok dengan kunci yang baru.

"Biar dia nggak bisa masuk. Saya sudah mantap gugat cerai. Anak-anak nanti sama saya. Saya bisa ngurus mereka," ujar Martini.

Untuk itulah, meski dengan memakai kruk, dia tetap datang ke pengadilan agama. "Tak ada istilah balikan lagi. Semua selesai. End!" kata wanita itu sambil menggunakan isyarat jarinya yang seperti gerakan memotong leher.(no/sb/ang/jek/jpnn/hbk)



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |