Bocor, Nama Pejabat Hasil Assessment

Bocor, Nama Pejabat Hasil Assessment
Selasa, 16 Januari 2018 - 10:50 WIB > Dibaca 826 kali
 
KOTA (RIAUPOS.CO) - Minimnya aparatur sipil negara (ASN) yang mengikuti lelang jabatan melalui assessment yang dibuka Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, direspon negatif oleh Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Jhon Romi Sinaga (JRS). Menurutnya, pasti ada sesuatu yang membuat peminatnya minim.

“Bagaimana mereka (ASN, red) mau ikut assessment? Orang pejabatnya sudah ada disiapkan,” kata JRS kepada Riau Pos, Senin (15/1).

Mengapa pendaftaran masih sepi? Hal ini juga menjadi pertanyaan bagi JRS. "Apa yang menjadi persoalan? Mengapa sedikit kali peminatnya? Saya mencurigai, dan isu di lapangan juga sudah beredar, bahwa memang sudah ada pejabatnya yang ditetapkan,” sebutnya.

Kondisi ini lah yang menurut JRS membuat lelang jabatan Pemko Pekanbaru sepi peminat. “Makanya saya bilang, ini assessment hanya formalitas saja. Seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Maka dari ini, disebutkannya, tidak ada yang mau, karena ASN yang akan daftar pun sudah tahu mereka tidak akan dapat. Walaupun kemampuannya di atas rata-rata yang bakal duduk nanti. “Karena yang menentukan itu bukan dari hasil assessment, tapi melalui siapa yang ditunjuk oleh pemangku kepentingan. Ini amat kami sayangkan. Dan wajar saja setiap yang ditunjuk tidak akan maksimal,” ungkapnya.

Disebutkannya, mestinya pejabat yang ditempatkan di 13 lowongan yang dibuka itu benar-benar orang yang sesuai dengan keahliannya. Bukan soal senang dan tidak senang dengan seseorang. “Yang penting pejabatnya bisa membawa Pekanbaru menjadi lebih baik dan bisa membantu wali kota untuk melayani masyarakat,” tuturnya.

Begitu juga dengan jabatan pelaksana tugas (Plt). JRS mengatakan kurang sepakat. Menurutnya, seharusnya tidak ada jabatan Plt untuk dinas. “Defenitifkan saja. Kenapa rupanya,” sebutnya.

Dilanjutkannya, apa tidak ada yang dari Pekanbaru yang mampu mengemban amanah yang diberikan itu. Dan jangan ada yang rangkap-rangkap jabatan. “Bagaimana bisa bekerja dengan baik jika harus memegang dua jabatan, sedang pegang satu jabatan saja tak maksimal,” tegasnya.

Meski masih dalam proses pendaftaran, JRS mengaku mendapatkan informasi dari beberapa kalangan. Ada pula bocoran nama-nama untuk 13 jabatan eselon II yang dilelang.

“Kami bisa pastikan orang-orang yang akan menduduki jabatan yang akan di-assessment itu sudah ada orangnya. Siapa orangnya? Ada,” bebernya seperti bocoran yang ia terima.

Disebutkan JRS, 13 nama yang diduga akan ditempatkan menduduki posisi jabatan eselon II yakni, posisi Sekwan akan ditempati Alek Kurniawan, Kepala Dinas Kesehatan Dr Zaini Rizaldi (saat ini Plt Kepala Diskes), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) A Sa’at (saat ini Plt), Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Irzal Ahmad (saat ini Plt), Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Zarman Chandra atau Irma, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Indra Pomi atau Zulfahmi Adrian, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Eka Firmansyah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nurhaminsyah atau Norpendike, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Ahmad ST MT (kini Plt), Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Maskur atau Zulhemi Aripin, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Masykur atau Zulhemi Arifin.

“Nama-nama ini kami dapatkan dari sumber terpercaya. Paling meseletnya sekian persen nantinya. Makanya kami harapkan Pemko transparan lah. Dan jabatan Plt ini lah yang akan didefenitifkan,” sebutnya.

Disampaikannya lagi, ini nama-nama tinggal diumumkan ke publik. Karena kondisi ini JRS mengharapkan, agar wali kota melalui tim assessmentnya, mengubah sistem seleksi ini. “Sebab, selama ini pelaksanaan assessment hanya terkesan seremonial saja. Karena tidak menjadi rahasia umum, pejabat yang menduduki jabatan assessment, sudah ada pejabat tertentu,” ungkapnya lagi.

Disampaikan JRS, seleksi jabatan eselon II Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemko Pekanbaru, sudah dibuka sejak 5-19 Januari mendatang. Sebelum seleksi ini, pemko juga sudah melantik pejabat eselon III dan IV.

Dikonfirmasi, Sekko Pekanbaru M Noer menyebutkan seleksi jabatan yang dibuka Pemko Pekanbaru bukan hanya formalitas. Dia juga menanggapi tudingan yang menyebutkan sudah ada calon atau nama untuk posisi yang dibuka dalam seleksi jabatan.

“Tidak benar itu. Ini sengaja dihembuskan isu yang tidak benar,” sanggah M Noer.

Untuk itu dia meminta, agar pejabat yang memiliki kemampuan dan kepercayaan diri tidak terusik dengan isu seperti itu. Sebab mereka tentunya akan lebih memilih untuk berkompetisi guna mendapatkan jabatan.

Ditegaskannya juga, pejabat yang terpilih nanti seluruhnya akan berpedoman pada hasil seleksi jabatan. Apalagi seleksi jabatan itu nanti, akan diawasi oleh Komisi Aparatur Sipil Negara.

“Jadi nanti sebelum 19 Januari, kami yakin akan banyak pejabat yang mendaftar. Masih ada waktu,” katanya.(gus)






Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |