Begini Kegeraman Menteri Kesehatan pada yang Menentang Vaksin
Menteri Kesehatan Nila F Moeloek.

Begini Kegeraman Menteri Kesehatan pada yang Menentang Vaksin
Sabtu, 13 Januari 2018 - 15:03 WIB > Dibaca 275 kali
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Menteri Kesehatan Nila F Moeloek benar-benar geram kepada pihak-pihak yang anti vaksin ketika pemerintah melakukan gerakan imunisasi massal. Salah satu yang kerap mendapatkan penolakan adalah pelaksanaan program ORI (outbreak response immunization) pada status kejadian luar biasa wabah difteri.

Nila mengaku tidak habis pikir pada orang yang menolak vaksin mengingat hal itu sangat penting bagi manusia terutama anak-anak. "Pokoknya membuat orang lain rugi, maka dia masuk neraka bukan surga. Bikin orang sudah mati, maka doanya didengar banget," tukas Nila dalam konferensi pers evaluasi Imunisasi ORI Difteri di Gedung Kementeriam Komunikasi dan Informatika, Jumat (12/1/2018).

"Mulai diberlakukan harus suntik sebelum sekolah. Masa saya enggak boleh suntik orang? Percuma saya dokter kalau enggak boleh nyuntik. Holistik ini lho kerugian negara, kalau yang meninggal bapaknya gimana gara-gara difteri? Enggak bisa cari duit," papar Nila.

Nila bahkan menegaskan agar semua sekolah memberlakukan aturan untuk mewajibkan semua siswa sebelum masuk SD, sudah divaksin lengkap minimal 4 kali untuk vaksin difteri.

Dia mengklaim sedang mengkoordinasikan dengan Kementerian Pendidikam dan Kebudayaan (Kemendikbud). "Nanti ada yang namanya buku riwayat imunisasi sebelum masuk sekolah," jelas dia.

Nila menegaskan banyak orang berpendapat obat herbal atau lewat ASI sudah cukup bagi anak dan tak usah divaksin. Padahal, herbal dan vaksin adalah dua hal yang berbeda. "Vaksin dan herbal itu beda. Vaksin mencegah secara spesifik, kalau herbal enggak bisa jadi antigen," kata Nila.

Menurutnya antigen pada vaksin bisa berperan seperti tentara yang menghantam musuh. "Jadi harus cocok, kalau musuhnya di udara jangan laut yang keluar. Tak cocok hanya dengan herbal. Misalnya temulawak bisa mencegah penyakit liver tapi enggak bisa buat antibody," katanya.(ika)

Sumber: JPG
Editor: Fopin A Sinaga




Berita Terkait
Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |