Mantan Pengacara Setya Novanto Masuk Penjara
Fredrich Yunaidi mengenakan rompi tahanan usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi. (Foto: Desyinta Nuraini/ JawaPos.com)

KASUS MENGHALANGI PENYIDIKAN
Mantan Pengacara Setya Novanto Masuk Penjara
Sabtu, 13 Januari 2018 - 14:35 WIB > Dibaca 1539 kali
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka, Fredrich Yunadi yang sebelumnya pernah menjadi pengacara Setya Novanto masuk penjara karena ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Lazimnya tahanan KPK, Fredrich juga mengenakan rompi oranye. Atas penahanan itu, Fredrich mengaku kesal karena apa yang dilakukannya hanya menjalankan profesi sebagai pengacara. Fredrich dijerat KPK dengan pasal menghalang-halangi proses penyidikan terhadap Setya Novanto yang kini sudah menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi E-KTP.

Dia mengatakan telah difitnah melakukan upaya menghalang-halangi penyidik KPK. "Sama sekali tidak ada. Buktikan! Iya kan, itu permainan, nggak ada itu, sesuatu hal rangkaian itu. Namanya skenario ingin membumihanguskan," tegasnya ketika keluar dari lobi Gedung KPK mengenakan rompi oranye, Sabtu (13/1/2018).

Termasuk soal kabar dia menyewa ruang VIP di Rumah Sakit Medika Permata Hijau agar Novanto bisa dirawat. "Nggak ada, bohong semua," ucapnya. Dia pun menegaskan, seorang advokat tidak bisa dikenakan hukum pidana maupun perdata. Itu katanya sesuai Pasal 16 UU 18 tahun 2013 tentang Advokat yang diperkuat dengan putusan MK Nomor 26 tahun 2013.

"Namun sekarang saya dibumihanguskan. Ini adalah suatu pekerjaan yang diperkirakan ingin menghabiskan profesi advokat," imbuh Fredrich. Adapun yang membungihanguskan kata dia adalah KPK,"jelas KPK dong, siapa lagi," imbuhnya.

Dengan perlakuan KPK terhadapnya hari ini, menurut Fredrich akan menjadi preseden buruk ke depannya. Bahkan bisa diikuti lembaga penegak hukum lainnya seperti kepolisian dan kejaksaan. "Saya tanya sekarang, kalau praperadilan saya menang, gara-gara praperadilan, kasus nggak bisa jalan, dijerat juga nanti," singgungnya.

Penyidik KPK menjemput paksa Fredrich, Jumat (12/1/2018) malam. Saat diamankan di daerah Jakarta Selatan, tim penyidik membawa surat penangkapan. Informasi yang dihimpun, dia diamankan di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan. U‎paya hukum itu dilakukan demi kepentingan penyidikan. ‎Tak ada perlawanan dari Fredrich ketika penyidik membawanya.





Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |