Berebut Lumbung Suara

POLITIK
Berebut Lumbung Suara
Sabtu, 13 Januari 2018 - 11:36 WIB > Dibaca 1183 kali
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Aroma Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) 2018 sudah mulai terasa. Ini setelah empat bakal pasangan calon (bapaslon) resmi mendaftar ke KPU Riau dari 8 Januari hingga10 Januari lalu. Siapakah yang bakal duduk di kursi Riau 1 itu? Semua tangan ingin meraihnya. Semua bapaslon ingin menjadi tuannya. Meski perjalanan menuju kursi ini masih jauh, tapi bapaslon yang sudah mendapatkan perahu untuk berlayar sangat beruntung karena bisa mengikuti tahap berikutnya.

Kekuatan, amunisi, strategi dan semua hal yang diperlukan untuk “bertarung” dipersiapkan sedemikian rupa dengan tujuan “bertarung” bukan untuk kalah, tapi untuk menang. Maka, bapaslon beserta pendukung­nya mulai berkerja keras. Lumbung-lumbung suara sebagai pertahanan utama dijaga ketat sambil memperluas hingga lumbung yang belum bertuan, atau bahkan yang bertuan sekalipun.

Pasangan Arsyadjuliandi Rachman dengan Bupati Rokan Hilir Suyatno (AYO) misal­nya. Bapaslon ini diusung koalisi partai paling besar dengan total 25 kursi di DPRD Riau. Jumlah kursi ini dari tiga parpol, yakni Golkar (14), PDIP (9) dan Hanura (2). Dengan koalisi besar ini, bapaslon dan seluruh tim pemenangannya menargetkan minimal 50 persen suara di setiap kabupaten/kota.

Perwakilan tim AYO, Aprizon SP memaparkan, pergaulan Andi Rachman (sapaan akrab Arsyadjuliandi Rachman) yang baik membuat partai lain mau menawarkan koalisi.

"Partai juga tentu dapat sandar dan aturan serta elektabilitas survei dari partai, arahnya ke Pak Andi. Kalau kawan-kawan bergabung, ya harus kami terima," kata Wakil Bendahara DPD I Golkar Riau ini kepada Riau Pos, Kamis (11/1).

Dengan koalisi yang besar, Aprizon yakin peluang menang pasangan Andi-Suyatno juga semakin membesar. "Semestinya memang begitu. Karena korelasi 25 kursi, setiap anggota dewan rata-rata Golkar itu 30 ribu sampai 40 ribu pendukung. Koalisi besar harapan bisa mendongkrak suara," urainya.

Untuk meraup lumbung suara di setiap daerah, kata Aprizon, Golkar saja membentuk tim hingga ke desa-desa. Tentu akan semakin kuat dengan dukungan partai koalisi. Dari pasangan ini, dia menyebutkan, Andi Rachman dan Suyatno saling melengkapi, bijak dan tak berkonflik.

"Pak Yatno ini di kalangan masyarakat Jawa Riau juga memiliki posisi yang baik. Pak Andi sebagai gubernur (petahana, red) menyadari kontribusi orang Jawa di Riau luar biasa. Dari trans membangun, pertumbuhan luar biasa. Pak Yatno juga pamong. Kombinasi dua ini, kami tidak mendahului Tuhan, kami pastikan kuat. Target minimal 50 persen suara di setiap daerah," tegasnya.



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |