Direskrimsus Bantah Penyidik Lakukan Kekerasan

Direskrimsus Bantah Penyidik Lakukan Kekerasan
Sabtu, 13 Januari 2018 - 10:37 WIB > Dibaca 215 kali
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Para terdakwa kasus pungutan liar (pungli) di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru mengaku, ada paksaan dari penyidik untuk menandatangani berita acara pemeriksaan (BAP).

Pengakuan itu terungkap dalam persidangan lanjutan tindak pidana korupsi (tipikor) pungli izin usaha jasa konstruksi (IUJK) Dinas PUPR Kota Pekanbaru di Pengadilan Negeri, Rabu (10/1) lalu.

Salah seorang terdakwa Martunis menyangkal isi BAP penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau. Di mana dia membantah perihal uang hasil pungli IUJK yang diterima setiap bulan disetorkan kepada mantan Kadis PUPR Kota Pekanbaru Zulkifli Harun.

Dia mengaku, saat diperiksa penyidik dirinya berada dibawah tekanan. Bahkan juga menyebutkan diancam akan disetrum apabila tidak mengakuinya. Hal serupa juga dikatakan terdakwa lainnya, Khairil dan Said juga membantah adanya setoran meski dicantumkan di BAP. Atas pengakuan tersebut hakim ketua Toni Irfan SH MH meminta para pihak bersama-sama melihat BAP ke meja hakim.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Riau Kombes Gidion Arif Setyawan dikonfirmasi hal itu, membantahnya. Dia menyebutkan, keterangan terdakwa tidak ada yang membatasi. Termasuk upaya para terdakwa memutarbalikkan fakta. “Terdakwa bisa mengungkapkan apa saja dalam persidangan termasuk upaya memutarbalikkan fakta untuk mendapatkan simpati hakim,” ungkap Gidion, Jumat (12/1) siang.

Para penyidik, disampaikan Gidion, telah terlatih dalam melakukan tugas penyidikan. Sehingga tidak mungkin dalam penyidikan melakukan kekerasan kepada tersangka.

Lanjut dia, ketika tersangka tidak mau menandatangani BAP tidak akan berpengaruh terhadap proses penyidikan. “Proses tata cara penyidikan sudah diatur dalam KUHP,” tambahnya

Mengenai pengakuan terdakwa di Pengadilan yang menyebutkan ada tindakan pemaksaan dan ancaman dari penyidik, akan disentrum apabila tidak mendatangani BAP. Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Riau menbantahnya.

“Saya tegaskan, penyidik tidak menggunakan kekerasan serta ancaman akan disentrum, bila mereka tidak mau menandatangani BAP,” jelas Gidion.(rir)


Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |