Riau Pos berupaya menjembatani aspirasi pembaca atau masyarakat Riau pada umumnya. Jika itu berbentuk keluhan terhadap pemerintah daerah, Riau Pos akan menyiapkan liputannya dan diterbitkan di halaman ini. Termasuk instansi lain. Tentunya melalui kaedah atau etika yang sudah ditentukan. Dan Riau Pos berhak untuk memilih mana yang ditindaklanjuti dan yang mana tidak dengan berbagai pertimbangan. Kami juga akan mengedit seperlunya aspirasi pembaca yang dimuat, tanpa mengurangi/menghilangkan substansi isi. Untuk menyampaikan aspirasinya, silahkan kirim pesan teks atau foto, atau keduanya melalui:WA: 081334159333. Email/FB: riaupos.interaktif@gmail.com IG: @riaupos_interaktif, Twitter: @riaupos2017. Path: @riaupos2017.
Disuruh Hemat, Kok Sering Buat Baju Olahraga?

Disuruh Hemat, Kok Sering Buat Baju Olahraga?
Sabtu, 13 Januari 2018 - 10:34 WIB > Dibaca 578 kali
 
Pak, di Meranti ini hampir setiap kegiatan dinas ada pengadaan baju olahraganya. Malah setahun pengadaan baju olahraga itu sampai lima atau enam kali. Apa dinas-dinas di Meranti ni hanya membuat program pengadaan baju olahraga saja. Ini tidak berdampak bagi kemajuan dan pembangunan. Malah merugikan. Katanya anggaran daerah dirasionalisasi oleh pemerintah pusat, kok kerjaannya buat baju olahraga terus. Apa saja yang dilakukan pemerintah daerah untuk melakukan penghematan?

WA: +6281378024XXX

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) - Saat ini, selalu saja pernyataan rasionalisasi atau pemangkasan anggaran pemerintah daerah menjadi tameng atau alasan ketika banyak program penting tidak diakomodir. Pemerintah juga diminta agar bisa melakukan penghematan. Terutama menyangkut operasional diseluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi menyadari hal itu dan meminta kepada seluruh OPD agar bisa lebih berhemat dan melakukan efisiensi. Menurutnya banyak hal yang bisa diefisienkan. Dengan begitu nantinya tidak menyakiti masyarakat yang sedang susah.

Irwan menuturkan OPD yang melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan olahraga selalu melakukan pengadaan baju olahraga. Terutama saat menggelar kegiatan jalan santai. Kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan olahraga ini juga tidak sekali atau dua kali saja. Dalam setahun bisa sangat sering sekali.

“Dalam setahun bisa sampai 4 atau 5 pasang pengadaan baju olahraga. Ini pemborosan dan harus dikendalikan,” ujarnya, Kamis (11/1/2018).

Dia juga menyayangkan kualitas pengadaan baju olahraga tersebut. Sehingga banyak berakhir menjadi kain lap atau tak terpakai.

“Pengadaannya juga asal baju saja sehingga tak berkualitas. Jangan sampai kegiatan kita hanya pengadaan baju olahraga saja,” terangnya.

Menurut Bupati, agar untuk pengadaan baju olahraga untuk seluruh OPD dapat dilakukan sekali saja dan berkualitas. Sehingga penghematan anggaran di saat kondisi keterbatasan anggaran bisa terwujud.



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |