Ini Tanggapan Facebook Indonesia saat Kantornya Digeruduk FPI
Suasana aksi 121 yang menuntut keadilan terhadap Facebook. (IKHSAN PRAYOGI/JAWAPOS.COM)

TERKAIT PEMBLOKIRAN AKUN
Ini Tanggapan Facebook Indonesia saat Kantornya Digeruduk FPI
Jumat, 12 Januari 2018 - 17:40 WIB > Dibaca 626 kali
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Anggota Front Pembela Islam (FPI) dan sejumlah organisasi massa lainnya pada hari ini, Jumat (12/1/2018), menggeruduk kantor perwakilan Facebook Indonesia.

Aksi itu merupakan buntut dari kekesalan mereka atas tindakan sepihak Facebook yang memblokir akun dakwah maupun akun milik tokoh-tokoh ormas islam. Diperkirakan, ada seribuan peserta aksi yang ikut menggeruduk di depan kantor perwakilan Facebook Indonesia yang terletak di bilangan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Menurut Koordinator Aliansi Tolak Kezalaiman Facebook, Ali Al-Athos, demo digelar untuk menuntut keadilan kepada Facebook. Dia menilai, banyak akun-akun dakwah yang diblokir, tetapi akun-akun penista agama dibiarkan.

“Tuntutan yang ingin disuarakan peserta Aksi Damai 121 ini antara lain adalah, Menolak kezaliman Facebook kepada sejumlah ulama di tanah air,” katanya saat aksi.

“Facebook membiarkan akun-akun yang merusak seperti kemaksiatan, penista agama, penghina ulama, dan akun negatif lainnya yang masih berkeliaran di Facebook untuk segera diblokir. Ini nggak fair,” imbuhnya.

Sementara itu, Facebook menyampaikan ingin agar penggunanya merasa aman dan nyaman. Karena itu, konten yang tidak sesuai dengan standar komunitas akan dihapus. Keterangan lengkapnya sebagai berikut:

"Kami ingin agar semua orang yang menggunakan Facebook merasa aman dan nyaman saat mereka berbagi cerita maupun berhubungan dengan teman dan keluarganya. Kami terbuka apabila Facebook digunakan untuk berdiskusi mengenai beragam topik dan gagasan serta meningkatkan kesadaran akan isu yang penting bagi masyarakat. Namun kami akan menghapus konten yang melanggar Standar Komunitas yang telah ditetapkan. Standar Komunitas kami dibuat untuk mencegah adanya organisasi atau individu yang menyerukan ujaran kebencian atau kekerasan terhadap pihak lain yang memiliki pandangan berbeda dengan mereka.”(ryn)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |