Samarkan Transaksi lewat Money Changer
SIDANG: Setya Novanto menguap saat persidangan kasus KTP-el di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (11/1/2018). FOTO : (FEDRIK TARIGAN/ JPG/RPO)

Setnov Mengajukan Diri sebagai Justice Collaborator
Samarkan Transaksi lewat Money Changer
Jumat, 12 Januari 2018 - 13:07 WIB > Dibaca 552 kali
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Benang kusut aliran uang 7,3 juta dolar AS yang diduga diterima mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto (Setnov) diurai lapis demi lapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KomisiPemberantasan Korupsi (KPK). Di persidangan, Kamis (11/1), jaksa menghadirkan 4 orang saksi yang ditengarai terlibat langsung dalam transaksi uang korupsi KTP-el itu.

Mereka adalah Manager Marketing PT Inti Valuta Money Changer Panglima Polim Riswan alias Iwan Barala, Komisaris PT Berkah Langgeng Abadi Juli Hira, pegawai PT Berkah Langgeng Abadi Nunuy Kurniasih dan karyawan PT Sharp Indonesia Muda Ihsan Harahap. Melalui mereka, penyamaran transaksi sebagian uang diduga korupsi KTP-el (dari total 7,3 juta dolar AS) terungkap.

Misal seperti yang disampaikan Iwan. Dia mengaku pernah melakukan transaksi jual beli dolar dengan keponakan Setnov, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo pada rentang waktu Januari-Februari 2012 silam. Jumlahnya 2,62 juta dolar AS. Transaksi yang dilakukan menggunakan modus barter dolar melalui money changer milik Juli Hira di Singapura.

”Dia (Irvanto, red) cerita ada dolar di luar negeri. Dia mau tukar tapi dia nggak mau terima rupiah di Indonesia. Dia mau terima dolar di Jakarta. Itu namanya barter. Biasa itu (barter, red),” ungkap Iwan di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (11/1). Keterangan Iwan itu merupakan fakta baru dalam skandal korupsi KTP-el yang melibatkan Setya Novanto.

Iwan bukan pihak yang melakukan barter dolar secara langsung. Tanpa sepengetahuan Irvanto, dia meminta bantuan Juli Hira yang memiliki perusahaan money changer di Singapura, di bawah naungan PT Berkah Langgeng Abadi. ”Saya bilang (ke Juli, red) nasabah saya ada yang mau tukar dolar,” ujar Iwan yang baru pertama kali bersaksi di pengadilan tersebut.



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |