Dua Kurir Sabu Diupah Rp50 Juta
TUNJUKKAN BB: Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan bersama Kepala BC Dumai Adang menunjukkan barang bukti (BB) narkoba jenis sabu dengan berat kotor sekitar 2 kilogram, Kamis (11/1/2018) saat press release di Mapolres Dumai. HASANAL BULKIAH/RIAU POS

Penyeludupan Modus Baru
Dua Kurir Sabu Diupah Rp50 Juta
Jumat, 12 Januari 2018 - 09:53 WIB > Dibaca 437 kali
 
(RIAUPOS.CO) - POLRES Dumai dan BC Dumai akhirnya memberi keterangan resmi terkait penangkapan sabu yang diseludupkan lewat Pelabuhan Penumpang Pelindo Dumai, Selasa (9/1). Tersangka CF (20) dan SB (27)  yang diduga sebagai kurir,  dihadirkan pada press release, Kamis (11/1) di Mapolres Dumai.

Dari hasil press release diketahui, kedua tersangka mendapat upah dari membawa sabu itu dengan total Rp50 juta.  CF yang membawa sabu dari Johor, Malaysia ke Indonesia (Meranti ke Dumai) diupah Rp40 juta. Sedangkan SB yang bertugas membawa sabu dari Dumai ke Medan dan Aceh diupah Rp10 juta. “Tapi uang itu belum mereka terima,” ujar Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan.

Pria berpangkat Melati dua itu mengatakan, untuk tersangka CF merupakan warga Aceh yang bekerja di Johor sebagai kuli bangunan. “CF mengaku baru sekali membawa sabu tersebut, sedangkan SB mengaku sudah tiga kali mengantarkan sabu dari Dumai untuk tujuan Aceh,” sebutnya.

Ia mengatakan, sindikat narkoba selalu seperti itu. Mereka menerapkan sistem jaringan terputus, sehingga kurir yang bertugas tidak banyak tahu aktivitas lainnya. “Kami akan menyelidiki lebih lanjut sampai ke bandarnya,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala BC Dumai Adang, mengatakan, penangkapan sabu itu merupakan bentuk sinergisitas antara BC dan polisi dalam memberantas narkoba. “Dari penangkapan tersebut kami berhasil menyelamatkan 12 ribu nyawa,” sebutnya.

Ketika ditanya kenapa jalur domestik di Pelabuhan Pelindo yang biasanya tidak dilakukan pemeriksaan ketat hingga dilakukan X Ray, Adang mengatakan  hal itu dilakukan bermula dari kedatangan kapal ferry domestik dari Batam dengan melintasi Selatpanjang dan Bengkalis.

Sementara itu, penyeludupan narkotika jenis sabu lewat pelabuhan penumpang  tampak jadi modus baru jaringan narkoba.

Itu dibuktikan pada, Rabu (10/1), pihak BC Dumai juga berhasil mengamankan satu lagi penumpang yang kedapatan membawa sabu seberat 800 gram di Pelabuhan Pelindo.

Namun pihaknya BC Dumai enggan berkomentar terkait hal tersebut. Bahkan Kepala BC Dumai Adang, yang sebelumnya menjelaskan panjang lebar terkait penangkapan sabu 2 kilogram saat jumpa pers. Namun saat ditanya terkait penangkapan pada Rabu (10/1) kemarin, mendadak bungkam. Pria bertubuh kurus itu tidak menjawab. “No coment,” sebutnya kepada wartawan.


Begitu juga Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan, ketika dikonfirmasi belum mau menjelaskan terkait hal tersebut. Pasalnya yang melakukan penangkapan pihak BC. "Tanya BC aja ya," ujarnya singkat.(ksm)


Laporan HASANAL BULKIAH, Dumai





Berita Terkait
Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |