Saatnya Jalan di Kampar Kiri Dirancang Serius
LAHAN ANTARA DUA JEMBATAN: Lahan di antara dua jembatan Bangkinang ini akan dirancang dekorasi atau taman kota dengan konsep water front city‎, Selasa (9/1/2018)

Saatnya Jalan di Kampar Kiri Dirancang Serius
Kamis, 11 Januari 2018 - 09:30 WIB > Dibaca 316 kali
 
BANGKINANG (RIAUPOS.CO) - Ahli transportasi Universitas Islam Riau (UIR) Prof Dr Ir Sugeng Wiyono menekankan pentingnya perencanaan transportasi yang serius di Kampar Kiri. Karena jalan tersebut tidak hanya menjadi salah satu alternatif menuju wilayah Sumatera Barat (Sumbar). Tapi bagi Kampar Kiri, jalan itu merupakan jalur transportasi utama warga 18 desa. Bila putus, kata Sugeng, maka terisolirlah warga setempat.

Dirinya juga melihat selama ini belum ada upaya serius dari pemerintah untuk membangun jalan tersebut. Karena hingga kini jalan tersebut belum juga disentuh aspal. Yang ada hanyalah tambal sulam jalan rusak. Kerusakan dan ancaman terisolir warga desa menjadi hal tahunan yang harus ditanggung warga tempatan. Menurutnya, hal itu sudah harus diakhiri pada 2018 ini.

Kendati menyarankan agar cepat, tapi Sugeng meminta dinas teknis terkait agar benar-benar serius merancang pembangunannya. Sugeng yang sudah pernah meninjau lokasi menyebutkan, jalan itu terus menerus mengalami kerusakan karena beberapa titik terlalu dekat dengan tebing. Tidak kalah penting yang harus dilakukan kajian adalah aliran air. Air menurut Sugeng dari dulu menjadi musuh utama jalan. Maka itu yang harus diatasi dulu.

"Pertama jalan harus dijauhkan dari tebing. Harus ada bukit yang dipotong supaya jalan lebih lebar dan tidak terlalu dekat dengan pinggir tebing. Tidak kalah penting adalah, perhatikan air yang mengalir dari atas. Ini agar air tidak langsung mencurah ke jalan. Saya sudah ke sana bersama orang PU, memang ada sebagian jalan langsung pinggirnya tebing. Maka, begitu air jatuh langsung jatuh di jalan itu. Makanya jalan mudah sekali rusak di sana," terangnya.

Guru Besar Teknik UIR ini juga mengingatkan, soal perencanaan pembangunan jalan di sana. Dalam pembangunan jalannya, jangan hanya dilihat pengerasannya saja, tapi dilihat juga pondasi dan keliling jalannya.

"Dahulukan drainasenya, tanah di Riau itu orang umumnya bilang tanah kuning yang kalau kering kerasa sekali. Tapi kalau hujan seperti sabun kena air, mudah sekali tergerus. Kalau dasarnya sudah tergerus, mau aspal atau pengerasan setebal apapun akan rusak dan amblas. Jadi penanganan harus jitu, kena sasaran hingga harus dipikirkan betul," terangnya.(end)






Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |