Dugaan Penistaan Agama, FPI Sarankan Joshua Belajar Pancasila
Sekjen DPP FPI Novel Bamukmin. (JPG)

DILAPORKAN KE BARESKRIM
Dugaan Penistaan Agama, FPI Sarankan Joshua Belajar Pancasila
Rabu, 10 Januari 2018 - 19:20 WIB > Dibaca 559 kali
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Front Pembela Islam (FPI) angkat bicara terkait adanya pelaporan ke polisi terhadap Joshua Suherman oleh Forum Umat Islam Bersatu (FUIB).

Pelaporan itu terjadi karena adanya dugaan penistaan agama oleh Joshua. Menurut FPI, komika yang pernah menjadi penyanyi cilik itu sebaiknya belajar Pancasila. Dikatakan Sekjen DPP FPI Novel Bamukmin, ucapan yang dilontarkan Joshua dalam sebuah acara Stand Up Comedy merupakan potret buruk dunia komedian yang sudah kehabisan bahan lelucon.

Adapun topik agama, imbuh anak buah Rizieq Shihab di FPI itu, sengaja dibawa-bawa untuk mendongkrak popularitas.

"Dunia komedian yang tanpa dibekali pengetahuan agama akan mudah mempermainkan agama," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Jakarta, Rabu (10/1/2018).

Dalam ajaran Islam, kata dia lagi, sangat haram hukumnya untuk mempermainkan sebuah agama. Terlebih, pada kasus Joshua, agama dijadikan bahan tertawaan. Dalam ajaran Islam, lanjutnya, hukuman mati bagi penghina agama dan tidak ada tebusannya.

Dalam hukum positif pun ada sanksi tegas, yakni pasal 156a KUHP juga bisa masuk dalam pasal 28 ayat (2) UU ITE Nomor 11 tahun 2008 tentang ujaran kebencian di depan umum.

Karena itu, dia berharap para komika termasuk Joshua Suherman perlu diberikan penataran tentang Pancasila dan pemahaman tentang UUD 1945.

"Agar mereka paham negara ini dibangun dengan kobaran semangat Ketuhanan Yang Maha Esa dan itu sangat harus kita jaga. Jangan pernah untuk mengolok-oloknya," tutupnya.

Komika Joshua Suherman sebelumnya dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri terkait dugaan penistaan agama. Itu karena mantan pelantun lagu "Diobok-obok" tersebut melontarkan pernyataan yang telah melecehkan agama Islam.

Adapun laporan Joshua tertuang dalam LP/30/I/2018 Bareskrim tertanggal 9 Januari 2018. Joshua diduga melakukan tindak pidana penistaan agama melalui media elektronik Youtube, sebagaimana dimaksud dalam UU ITE Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 28 ayat 2 UU 19 Tahun 2016 Atas Perubahan UU no 11 Tahun 2008 Tentang ITE atau Pasal 156a KUHP. (ce1)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |