Riau Pos berupaya menjembatani aspirasi pembaca atau masyarakat Riau pada umumnya. Jika itu berbentuk keluhan terhadap pemerintah daerah, Riau Pos akan menyiapkan liputannya dan diterbitkan di halaman ini. Termasuk instansi lain. Tentunya melalui kaedah atau etika yang sudah ditentukan. Dan Riau Pos berhak untuk memilih mana yang ditindaklanjuti dan yang mana tidak dengan berbagai pertimbangan. Kami juga akan mengedit seperlunya aspirasi pembaca yang dimuat, tanpa mengurangi/menghilangkan substansi isi. Untuk menyampaikan aspirasinya, silahkan kirim pesan teks atau foto, atau keduanya melalui:WA: 081334159333. Email/FB: riaupos.interaktif@gmail.com IG: @riaupos_interaktif, Twitter: @riaupos2017. Path: @riaupos2017.
Perkara Narkoba Terbanyak di PN Rengat

Perkara Narkoba Terbanyak di PN Rengat
Rabu, 10 Januari 2018 - 11:10 WIB > Dibaca 341 kali
 
Pak penegak hukum di Kabupaten Inhu, kami ingin tahu penanganan kasus narkoba. Mohon penjelasannya.

-- WA:08137111XXX

RENGAT (RIAUPOS.CO) - Kasus narkoba berada pada urutan pertama disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Rengat sepanjang 2017. Sementara di PN Rengat yang membawahi dua kabupaten yakni Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) 2017 secara keseluruhan mencapai 659 perkara.

Jumlah penanganan perkara 2017 meningkat dibanding 2016 lalu yang hanya mencapai 538 perkara. “Untuk pidana narkoba 2017 mencapai 151 perkara dan dapat tuntas disidangkan,” ujar Ketua PN Rengat Agus Akhyudi SH MHum melalui Humas PN Rengat Imanuel Marganda Putra Sirait SH MH, Selasa (9/1).

Sementara untuk perkara kedua yang tertinggi disidangkan yakni pencurian 141 perkara. Kemudian kasus lingkungan hidup di urutan ketiga dengan 88 perkara. Selain itu juga untuk perkara tindak pidana asusila yang masuk selama 2017 sebanyak 39 kasus, di mana 27 di antaranya merupakan kasus asusila terhadap anak di bawah umur.

Sepanjang 2017 lalu juga terdapat sebanyak 75 pidana sisa 2016. Sedangkan dari 584 perkara yang masuk ke PN Rengat 2017, sebanyak 67 perkara belum putus dan dilanjutkan 2018 ini. “Total perkara 2017 itu mencapai 659 perkara termasuk sisa 2016,” tambahnya.

Sementara untuk kasus Perdata, sisa perkara 2016 sebanyak 15 perkara. Pada 2017 masuk perkara sebanyak 47 perkara dan sudah diputus 43 perkara. Sehingga hanya menyisakan sebanyak empat perkara lagi.(kas)


Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |