Riau Pos berupaya menjembatani aspirasi pembaca atau masyarakat Riau pada umumnya. Jika itu berbentuk keluhan terhadap pemerintah daerah, Riau Pos akan menyiapkan liputannya dan diterbitkan di halaman ini. Termasuk instansi lain. Tentunya melalui kaedah atau etika yang sudah ditentukan. Dan Riau Pos berhak untuk memilih mana yang ditindaklanjuti dan yang mana tidak dengan berbagai pertimbangan. Kami juga akan mengedit seperlunya aspirasi pembaca yang dimuat, tanpa mengurangi/menghilangkan substansi isi. Untuk menyampaikan aspirasinya, silahkan kirim pesan teks atau foto, atau keduanya melalui:WA: 081334159333. Email/FB: riaupos.interaktif@gmail.com IG: @riaupos_interaktif, Twitter: @riaupos2017. Path: @riaupos2017.
Dilarang Menikahi Orang Rohingya
MEMASAK: Seorang wanita pengungsi Rohingya memasak di kamp pengungsi Palong Khali dekat Cox’s Bazar, Bangladesh, Selasa (9/1/2018).

Dilarang Menikahi Orang Rohingya
Rabu, 10 Januari 2018 - 10:44 WIB > Dibaca 1804 kali
 
DHAKA (RIAUPOS.CO) - Kisah cinta Shoaib Hossain Jewel dan Rafiza menemui jalan terjal dan berliku. Pernikahan mereka dilarang negara. Sebab, Rafiza adalah gadis Rohingya. Di Bangladesh, pernikahan dengan suku Rohingnya itu memang tidak diperbolehkan.

Babul Hossain, ayah Jewel, sejatinya sudah menggugat aturan tersebut. Tetapi, Senin (8/1), pengadilan Dhaka menolak gugatan itu.

Dengan begitu, Jewel juga terancam penjara. Pengadilan pun memerintah Hossain untuk membayar biaya peradilan senilai BDT 100 ribu atau setara dengan Rp16,17 juta. Uang tersebut harus dibayar dalam tempo 30 hari. Jika tidak, pengadilan akan bertindak sesuai dengan hukum.  

Pemerintah Bangladesh mengeluarkan larangan pernikahan yang melibatkan pengungsi Rohingya pada 2014. Baik antar sesama pengungsi maupun warga Bangladesh.

Pernikahan mereka tidak bisa didaftarkan. Yang melanggar akan dipenjara maksimal tujuh tahun. Aturan itu diterapkan untuk mencegah para pengungsi menyalahgunakan pernikahan sebagai cara mendapat dokumen-dokumen legal. Salah satunya, paspor.  

Tetapi, cinta sudah membutakan Jewel. Dia bertemu Rafiza saat gadis 18 tahun tersebut melarikan diri dari Myanmar dan tinggal di rumah salah satu ulama di Desa Singair, Distrik Manikganj.

Mereka menikah secara agama pada September tahun lalu. Bulan berikutnya, pemuda 26 tahun itu dan istrinya harus menjadi buron.(sha/c20/dos)


Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |