Warga Pertanyakan Aktivitas di Tempat Hiburan
TUNJUKKAN ARAH: Warga Gang Zamzam, Duri Barat, menunjuk arah Musala Zamzam dari jalan masuk menuju halaman belakang tempat hiburan biliar dan karaoke yang kini dipertanyakan warga setempat, Selasa (9/1/2018). SYUKRI DATASAN/RIAU POS

Dumai
Warga Pertanyakan Aktivitas di Tempat Hiburan
Rabu, 10 Januari 2018 - 14:05 WIB > Dibaca 441 kali
 
DURI (RIAUPOS.CO) - Warga Gang Zamzam, Jalan Pertanian RT 4 RW 12, Kelurahan Duri Barat, Kecamatan Mandau, merasa terganggu akibat lalu-lalang kendaraan yang keluar-masuk tempat hiburan biliar dan karaoke di wilayah setempat.

“Terus terang, kami warga Gang Zamzam merasa sangat terganggu sekali. Setiap malam, mulai sekitar pukul 23.00 WIB ketika warga sudah tidur, gang ini ramai dilintasi oleh kendaraan roda dua maupun roda empat milik tamu dan pengunjung tempat biliar dan karaoke tersebut. Gangguan seperti itu terjadi sampai Subuh,” kata pemuka setempat Jhon Gito kepada Riau Pos, Selasa (9/1).

Menurutnya, Gang Zamzam kini dijadikan sebagai jalur keluar-masuk menuju halaman belakang tempat hiburan itu sejak Jalan Sidi Taher di samping cucian mobil di pinggir Jalan Hang Tuah runtuh ke parit hingga tak aman lagi dilewati kendaraan.

Karena tak bisa lagi melintas di Jalan Sidi Taher, lanjut Jhon, sebagian pengunjung tempat hiburan itu pun mengalihkan jalurnya ke Gang Zamzam. Ini sudah terjadi beberapa bulan belakangan.

“Hampir tiap malam, kami dan warga juga melihat perempuan pakai rok pendek naik motor atau mobil melintas lalu masuk atau keluar dari halaman belakang tempat hiburan itu. Dari gelagatnya, saya tahu bahwa perempuan-perempuan itu sangat diragukan profesinya. Warga juga terganggu karena ada motor yang seolah sengaja digeber saat melintasi Gang Zamzam,” tambah Jhon.

Menurut dia lagi, keberadaan tempat hiburan biliar dan karaoke yang bagian depannya persis menghadap Jalan Hang Tuah itu kini semakin dicurigai warga. Malah, katanya, sudah ada yang berniat mendatangi tempat hiburan itu untuk mempertanyakan apa saja aktivitas pengunjung di sana.

“Niat warga tersebut masih bisa kami tahan. Kita khawatir terjadi sesuatu. Karena warga sudah resah, atas nama masyarakat, kami minta dengan sangat kepada pihak terkait seperti Lurah Duri Barat, Satpol PP, maupun pengelola tempat hiburan itu untuk memberi penjelasan. Kami khawatir tempat itu dijadikan sebagai tempat prostitusi terselubung. Kalau benar begitu, kita khawatir malapetaka akan menimpa negeri ini. Warga tak bisa terima. Ini tak bisa main-main. Apalagi jaraknya sangat dekat dengan Mushala Zamzam,” pungkas Jhon Gito.(sda)





Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |