Minta Bantuan Duterte Bebaskan Sandera
AMBIL FOTO: Pengunjung mengambil foto dari tepi jurang di kawasan air terjun Niagara, Ontario, Kanada, Rabu (3/1/2018). Suhu yang mencapai minus 13 derajat celsius menjadikan permukaan air terjun terbesar di dunia ini membeku.

Minta Bantuan Duterte Bebaskan Sandera
Jumat, 05 Januari 2018 - 11:19 WIB > Dibaca 971 kali
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terus melakukan upaya diplomasi untuk membebaskan WNI yang menjadi sandera kelompok Abu Sayyaf. Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir mengatakan, Menlu Retno LP Marsudi juga telah bertemu dan berkomunikasi langsung dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengenai upaya pembebasan sandera WNI dalam lawatannya ke Filipina.

"Presiden Duterte kan pernah menjadi Wali Kota Davao. Kami harapkan beliau bisa membantu memberikan tekanan pada pihak-pihak di sana," tutur pria yang akrab disapa Tata itu pada sesi press briefing di kantor Kemenlu, Rabu (4/1). Tata menjelaskan, saat melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Duterte, secara spesifik Retno memang menyinggung nasib anak buah kapal (ABK) Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf. "Menlu meminta perhatian Filipina untuk membantu pelepasan lima WNI yang masih disandera di Sulu sejak November 2016," kata Tata.

Selama ini, Indonesia juga terus melakukan upaya pembebasan. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan otoritas Filipina. Melalui perwakilan RI di Davao, Indonesia juga terus memantau pergerakan para sandera.



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |