300 PID di Filipina Dapat Paspor RI

300 PID di Filipina Dapat Paspor RI
Kamis, 04 Januari 2018 - 11:36 WIB > Dibaca 484 kali
 
DAVAO CITY (RIAUPOS.CO) - Sebanyak 300 Person of Indonesians Descents (PID) atau warga keturunan Indonesia di Filipina resmi menjadi WNI setelah menerima paspor RI langsung dari Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Rabu (3/1). Sebelumnya, KJRI Davao City bekerja sama dengan Pemerintah Filipina dan UNHCR berhasil mendata 8.745 PID yang tersebar di delapan provinsi di Filipina Selatan.

Dari jumlah tersebut, 2.425 orang telah diberikan Surat Penegasan Kewarganegaraan Indonesia (SPKI). Kini, 300 di antaranya sudah menerima paspor.

"Tadi baru saja diberikan secara simbolis kepada 20 orang yang mewakili 300 PID yang sudah ditetapkan sebagai WNI. Yang lainnya masih diproses lebih lanjut. Masih akan dibicarakan,” tutur Konjen RI di Davao City Berlian Napitupulu kepada JPG kemarin.

Retno mengakui bahwa pendataan dan penegasan status kewarganegaraan mereka bukanlah hal mudah. ”Alhamdullillah, upaya panjang dan tidak kenal lelah ini menunjukkan upaya pemerintah Indonesia untuk memberikan perlindungan maksimal bagi warganya yang tinggal di luar negeri,” kata Retno.

Selain memberikan paspor kepada para PID yang telah resmi menjadi WNI, Retno juga menghadiri peluncuran kerja sama pendidikan Islam antara Indonesia dan Filipina, terutama dengan sekolah-sekolah Islam di Mindanao Selatan. Peluncuran kerja sama tersebut dilakukan di Madrasah Al Munawwara, Davao, Filipina Selatan.

Madrasah Almunawarah adalah sekolah Islam pertama yang terakreditasi sejak 1996, saat penandatanganan Final Peace Agreement antara kelompok MNLF dan Pemerintah Filipina yang difasilitasi Indonesia. Saat ini, madrasah tersebut telah memiliki 200 siswa, 13 guru, dan 8 imam. Retno menjelaskan, peluncuran kerja sama pendidikan itu merupakan tindak lanjut dari pembicaraan Presiden RI dan Presiden Filipina di sela KTT ASEAN di Manila, November 2017 lalu. Kala itu, pemimpin kedua negara menyapakati pentingnya mengembangkan pendidikan Islam yang menyebarkan ajaran Islam.

Kerja sama pendidikan Indonesia-Filipina akan meliputi beberapa bidang. Seperti pengembangan kurikulum, riset bersama dan workshop pendidikan, program pertukaran ulama, kepala sekolah, dan guru, pendidikan vokasi teknis, dan program pertukaran pelajar. Pada kesempatan tersebut, Indonesia mengumumkan akan memberikan 100 beasiswa per tahun untuk siswa madrasah asal Mindanao yang mencakup semua biaya (international transportation, tuition fee, dan living cost selama belajar di Indonesia). Dalam kunjungan kerja ke Mindanao tersebut, Menlu RI juga melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Kantor Presiden di Panacan, Davao, Filipina Selatan.(and/oki/jpg)


Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |