AS dan Saudi Dituding sebagai Biang Kerok Demonstrasi di Iran

LEWAT BERBAGAI BANTUAN
AS dan Saudi Dituding sebagai Biang Kerok Demonstrasi di Iran
Kamis, 04 Januari 2018 - 00:04 WIB > Dibaca 1068 kali
 
TEHERAN (RIAUPOS.CO) - Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Arab Saudi menjadi kambing hitam dari aksi massa yang terjadi di Iran. Mereka memang tidak disebut ikut secara langsung dalam kerusuhan di Negeri Para Mullah itu.

Namun, ketiga negara itu dituding telah menyokong lewat berbagai bantuan ke ribuan orang yang menentang pemerintah.

"Baru-baru ini musuh-musuh Iran menggunakan berbagai cara, termasuk uang tunai, senjata, politik, dan aparat intelijen, untuk menciptakan masalah di negara ini," kata pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Senin (1/1/2018).

Khamenei sendiri baru pertama kali buka suara sejak massa turun ke jalan Kamis lalu (28/12/2017). Dia sama sekali tidak membahas tuntutan penduduk agar dirinya segera mundur karena dianggap tak becus memimpin negeri.

Memang, dalam pidatonya dia tak menyebut nama-nama negara maupun orang yang dituding ikut campur tangan dalam urusan Iran. Adapun yang ditunjuk hidung adalah Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Shamkhani.

Diwawancarai saluran televisi Al Mayadeen, Khamenei menegaskan bahwa Saudi akan mendapat balasan dari Iran.

"Mereka tahu dengan pasti seberapa buruk itu," katanya.

Kementerian Luar Negeri Rusia juga menyatakan hal yang sama. Menurut mereka, campur tangan asing telah memperkeruh situasi di Iran. Adapun selama ini, Saudi dan Iran memang merupakan musuh bebuyutan.

Itu karena keduanya melakukan perang proksi di beberapa negara. Mulai Lebanon, Syria, Iraq, Bahrain, hingga Yaman. Berbeda dengan Saudi yang muncul langsung dengan pasukannya, Iran biasanya mengirim persenjataan, finansial, ataupun memerintah Hizbullah untuk berperang.

Hizbullah diketahui mendapat kucuran bantuan besar-besaran dari Iran. Mereka menjadi kepanjangan tangan Iran yang siap dikirim ke mana saja.

"Coba lihat saja skala investasi Iran agar bisa mendominasi secara regional," sebut pemimpin militer Israel Letjen Gadi Eizenkot dalam pidatonya di IDC Herzliya University.

Reuters melaporkan, Eizenkot menjelaskan bahwa setiap tahun Iran mengucurkan bantuan USD 700 juta–USD 1 miliar (Rp11,39–Rp16,27 triliun) ke Hizbullah. Belum lama ini, Iran pun menambah kucuran bantuan ke Hamas di Palestina. Dari biasanya USD 70 juta (Rp1,14 triliun) menjadi USD 100 juta (Rp1,6 triliun).


Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |