Capaian Akhir Tahun Kinerja BRG Dalam Merstorisasi Lahan Gambut

Capaian Akhir Tahun Kinerja BRG Dalam Merstorisasi Lahan Gambut
Jumat, 29 Desember 2017 - 04:38 WIB > Dibaca 3640 kali
 
Mengakhiri tahun kedua upaya restorasi gambut di tujuh propinsi di Sumatera, Kalimantan, dan Papua, Badan Restorasi Gambut (BRG) mencatat beberapa capaian signifikan di bidang yang menjadi fokus kerjanya, yaitu luas lahan terbasahi, jumlah desa yang diinisiasi, serta kelompok masyarakat (Pokmas) yang terlibat dalam revitalisasi mata pencaharian.

Ir Nazir Foead MSc, kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) mengatakan pihaknya menginisiasi 75 desa di enam propinsi sepanjang 2017, dengan total luas lahan desa-desa itu mencapai 1.180.446 hektar. BRG menyebut desa-desa itu sebagai desa peduli gambut, dengan ribuan penghuninya sebagai garda dapan pemeliharaan ekosistem gambut.

Desa-desa itu tersebar di tujuh propinsi; Riau (11 desa), Jambi (10), Sumatera Selatan (15), Kalimantan Barat (16), Kalimantan Tengah (10), Kalimantan Selatan (10), Papua (3).

“Restorasi tidak sekadar membasahi lahan gambut dan menanam kembali untuk memperbaiki ekosistem yang rusak, tapi juga memberdayakan masyarakat yang hidup di lahan gambut,” kata Nazir Foead. “Dalam Rencana Strategis BRG 2016-2020 disebutkan perlindungan dan pengelolaan ekosistem gabut berkaitan erat dengan pencapaian manfaat ekonomi, sosial, dan – yang paling utama – ekologi.”

Ia melanjutkan BRG juga merevitalisasi mata pencaharian 101 kelompok masyarakat (Pokmas). Caranya, membina masyarakat untuk membuka lahan tanpa bakar, mengembangkan komoditi lokal, memberikan pelatihan budi daya ikan air tawar, beternak dan budidaya lebah madu.

Tidak sulit mengidentifikasi restorasi dengan mengedukasi masyarakat. Sampai saat ini, setelah dua tahun BRG, jumlah warga yang mengolah lahan gambut menggunakan api relatif kecil. Lewat revitalisasi mata pencaharian, telah tumbuh kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga ekosistem lahan gambut untuk masa depan anak cucu.

Khusus lahan terbasahi, sepanjang 2017 BRG membangun infrastruktur pembasahan; sumur bor, sekat kanal, dan penimbunan kanal, di enam propinsi; Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan, dengan luas pembasahan terdampak mencapai 103.476 hektar. Dari luas itu, lebih 60 persen – sekitar 62.126 hektar – berada di Kalimantan Tengah.

Jadi, sampai pertengahan Desember 2017, luas lahan yang direstorasi BRG mencapai 1,2 juta hektar. Jumlah ini belum termasuk 93 ribu hektar lahan gambut yang direstorasi mitra BRG, dan tersebar di enam propinsi.




Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |