51 Persen Saham Freeport Gagal Dikuasai Pemerintah, Ini Penyebabnya
Ilustrasi. (JPG)

BELUM TEMUKAN KESEPAKATAN
51 Persen Saham Freeport Gagal Dikuasai Pemerintah, Ini Penyebabnya
Rabu, 27 Desember 2017 - 20:45 WIB > Dibaca 1012 kali
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Usaha Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mencaplok saham PT Freeport Indonesia berakhir sebagai rasa frustrasi.

Sebab, hingga kini pemerintah belum menemukan kesepakatan dengan Freeport terkait divestasi saham. Menurut Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot, ESDM sedang memikirkan alternatif lain untuk mengambil saham Freeport sebesar 51 persen

Adapun caranya dengan membeli hak partisipasi (participating interest/PI) milik perusahaan tambang asal Australia, Rio Tinto yang ada di tambang Grasberg, Papua. Rio Tinto diketahui saat ini memiliki 40 persen saham di Freeport.

"Betul (beli hak partisipasi Rio Tinto). Ya kalau kesepakatan para pihak setuju kenapa tidak (konversi jadi saham). Ya di perjanjiannya diperjanjikan," katanya di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (27/12/2017).

Diakuinya, saat ini ada kewajiban Freeport untuk melakukan divestasi. Akan tetapi, pemerintah mengalah dan mencari opsi lain untuk tetap memiliki 51 persen saham Freeport.

Meski begitu, ditegaskannya bahwa cara itu bukan dimaksudkan untuk membebaskan Freeport dari kewajiban divestasi.

"Ya enggaklah (kewajiban divestasi Freeport bebas). Kok bisa bebas? Rio Tinto itu di mana sekarang? Kan tujuan utama pemerintah apa? Memiliki saham 51 persen. Kalau itu tercapai 51 persen, asal sahamnya dari mana ya tetap divestasi," jelasnya.

Sebagai informasi, saham yang ada di Freeport Indonesia saat ini terdiri dari saham Freeport McMoran sebesar 81,28 persen, PT Indocopper Investama (perusahaan berbadan hukum Indonesia yang 100 persen dimiliki Indonesia) sebesar 9,36 persen dan saham pemerintah Indonesia sebesar 9,36 persen.

Apabila 40 persen hak dimiliki Rio Tinto dikonversi menjadi saham, akan ada perubahan persentase dalam susunan saham PTFI. Sebab, perbandingannya adalah 40 persen milik Rio Tinto dan 60 persen milik PTFI. (hap)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |