Duh... Anak-anak Ubah Fitting Lampu Jadi Rokok Elektrik
Beberapa peralatan yang disita dari anak-anak yang merokok sistem elektrik.

MEMBAHAYAKAN KESEHATAN
Duh... Anak-anak Ubah Fitting Lampu Jadi Rokok Elektrik
Kamis, 21 Desember 2017 - 00:02 WIB > Dibaca 2341 kali
 
PEMATANGSIANTAR (RIAUPOS.CO) - Kalau biasanya merokok pakai rokok elektrik dibeli sudah jadi dari pabrik, tetapi tidak demikian bagi anak-anak SD di Kecamatan Siantar Barat, Pematangsiantar, Sumatera Utara ini.

Belasan anak ini ramai-ramai menghisap rokok elektrik yang dimodifikasi dari fitting lampu. Mereka menggunakan rokok yang cara menggunakannya mirip mengonsumsi sabu menggunakan alat bong.

Pena pun dijadikan sebagai pengganti sedotan pada bong atau alat isap sabu. Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pematangsiantar dan Satuan Reserse Narkoba Polres Siantar turun ke lokasi dan mengamankan beberapa barang hasil modifikasi tersebut. Barang tersebut dibuat menyerupai bong alat hisap sabu.

“Elektrik modifikasi dari fitting lampu yang dicampur liquid, kapas, susu, dan menggunakan sedotan dari pena. Kemudian fitting lampu tersebut di bakar menggunakan pemantik api,” terang Joko, Kabag Umum dan Humas BNNK Siantar, Selasa (19/12/2017).

Joko menjelaskan, cara menghisap mirip bong sabu. Asap yang dihasilkan dari pembakaran fitting dengan bahan-bahan di dalamnya, lalu dihisap. Dari hasil pemeriksaan sementara, rokok elektrik modifikasi itu tidak menyebabkan pengurangan kesadaran. Sementara untuk efek yang didapat, menyebabkan rasa sakit di bagian tenggorokan.

Namun rokok elektrik yang ditemukan dari para pelajar SD ini tidak termasuk golongan narkotika. Meskipun begitu, penggunaan rokok ini dilarang, karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

“Tidak ada efek fly atau pengurangan kesadaran seperti melayang yang ditimbulkan dari rokok elektrik. Efek jangka pendeknya dari rokok elektrik modifikasi itu ialah menimbulkan sakit di tenggorokan. Kalau dari sisi kesehatan jelas berbahaya,” lanjutnya.

Pihak BNNK Pematangsiantar, kata Joko, sangat menyayangkan sifat anak-anak tersebut. Kedepannya mereka ditakutkan bisa mengarah kepada pemakaian atau hanya sekedar mencoba narkoba. “Perubahan prilaku yang kita kawatirkan bang, bisa nanti anak tersebut mengarah ke dalam pemakaian narkoba,”tuturnya.





Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |