Ya Ampun... Pak Kepala Sekolah Ini, Muridnya Dirusak di Ruang Kerja
Ilustrasi.

KORBAN TIDAK HANYA SATU ORANG
Ya Ampun... Pak Kepala Sekolah Ini, Muridnya Dirusak di Ruang Kerja
Kamis, 07 Desember 2017 - 14:24 WIB > Dibaca 415 kali
 
MAKASSAR (RIAUPOS.CO) - Oknum kepala sekolah yang ini sebenar-benar tidak pantas untuk ditiru. Perbuatannya memang betul-betul tidak terpuji. Seorang kepala SD di Kecamatan Wajo Makassar Sulawesi Selatan bernama Said Sangkala dilaporkan orangtua muridnya atas dugaan pelecehan seksual di ruang kerjanya. Menurut laporan, perbuatan sang kepala sekolah terjadi pada Agustus lalu saat jam istirahat belajar. Parahnya lagi, korbannya tidak hanya satu orang.

Salah seorang orangtua korban, sebut saja inisialnya PA, anaknya menjadi korban biadab sang guru. Sang ayah terkadang menangis ketika menceritakan kejadian yang menimpa anak keduanya, sebut saja namanya Pilu. Dia menceritakan kejadian, sesuai dengan penuturan sang anak.

Saat itu lonceng tanda istirahat di sekolah tersebut baru saja berbunyi. Said duduk di dalam ruang kerjanya. Dia meminta empat siswa membersihkan ruangannya. Ruangan itu bersih sebelum lonceng waktu istirahat selesai kembali berbunyi.

Empat siswa itu pun meninggalkan ruang kepala sekolah. Namun, Pilu lupa mengembalikan sapu yang diambilnya di kelas. Dia pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke ruangan seorang diri.

Said lalu mempersilakan Pilu masuk. Setelah memperhatikan gerak-gerik anak perempuan berusia 9 tahun tersebut, Said berdiri dan mendekati Pilu. Saat itulah pelecehan hingga kekerasan seksual terjadi.

"Tidak bisa kutahan air mataku pikirkan peristiwa itu. Setiap malam saya menangis," tutur PA.

Kepada ayahnya, korban mengungkapkan, mulutnya ditutup dengan lakban. Kekerasan seksual itu terjadi berulang-ulang. "Pengakuan anak saya, sudah empat kali. Berselang sekitar dua minggu, kembali dia lakukan. Saat jam istirahat," imbuhnya.

Peristiwa tersebut terjadi Agustus lalu. Korban yang merasa malu lantaran peristiwa itu sudah diketahui guru dan siswa lain akhirnya mengadu kepada orang tuanya, 29 November lalu. Awalnya, korban menghubungi kakak perempuannya. Korban mengirimkan pesan singkat dan menceritakan detail kekerasan seksual yang dialaminya. Pilu menambahkan, dua temannya juga menjadi korban kekerasan seksual oleh kepala sekolahnya.

Keluarga korban melaporkan kekerasan seksual tersebut ke Polres Pelabuhan Makassar, Sabtu (2/12/2017) lalu. Mereka berharap pelaku diproses dan dijatuhi hukuman seberat-beratnya. "Saya mau dia (oknum Kasek) dipenjara. Harus dihukum berat. Jangan sampai ini terulang. Tentu saya akan pindahkan Pilu ke sekolah lain," tegas PA.

Kepala SD Said Sangkala sudah menjalani pemeriksaan. Lelaki lanjut usia itu diperiksa di ruang Kanit PPA Polres Pelabuhan. Kasatreskrim Polres Pelabuhan AKP Rustian Efendi menyatakan, pelaku datang sendiri ke Polres setelah menerima surat panggilan pemeriksaan. "Kami masih periksa. Baru tadi pagi," jelasnya.

Dia mengungkapkan, korban juga telah menjalani visum. Hasilnya, alat kelamin korban mengalami luka robek. Kekerasan seksual, ungkap Rustian, juga dialami korban lain. "Perlakuannya sama dengan Pilu. Ini dilakukan secara bergantian. Mulai Agustus hingga seterusnya. SI juga sudah melapor bersama orang tuanya," katanya.(ans/rif/c5/ami)




Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |