Jaga Kelestarian Kebudayaan Melayu
Suasana Seminar Kebudayaan Melayu Se-Asia Pasifik di Hotel Aryaduta, Rabu (6/12/2017).

Melalui Seminar Se-Asia Pasifik Visi 2020 Riau Didukung UU Pemajuan Kebudayaan
Jaga Kelestarian Kebudayaan Melayu
Kamis, 07 Desember 2017 - 09:44 WIB > Dibaca 649 kali
 
RIAUPOS.CO - DINAS Kebudayaan Provinsi Riau menggelar seminar Kebudayaan Melayu se-Asia Pasifik dengan tema “Mengayuh Budaya Melayu Menuju Negeri Maju”. Seminar dilaksanakan di Hotel Aryaduta, Pekanbaru, 6-7 Desember 2017.

Direktorat Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Dra Triana Wulandari MSi yang hadir dalam seminar mengatakan, pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendukung penuh Visi Riau 2020 yang menjadikan Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu Asia Tenggara.

“Pemerintah pusat sangat mendukung langkah Pemerintah Provinsi Riau yang telah mengeluarkan perda sejak 2001 yang lalu. Dimana Riau ingin menjadi pusat kebudayaan Melayu se-Asia Pasifik. Dan pemerintah mendukung dengan keluarnya Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan yang baru saja dikeluarkan tahun ini,” kata Triana Wulandari.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Riau harus menjalankan amanat UU Pemajuan Kebudayaan ini agar bisa mewujudkan Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu. "Bahasa Melayu merupakan cikal bakal lahirnya Bahasa Indonesia. Kemendikbud menyambut baik dalam uraian isi UU Pemajuan Kebudayaan dengan mengambil pokok pikiran yang paling terkecil dari kabupaten kota, provinsi, kebudayaan apa yang bisa diambil untuk dibawa ke pemerintah pusat,” jelasnya.

Kegiatan seminar budaya Melayu ini menghadirkan sejumlah narasumber dari Malaysia, Singapura dan Indonesia. Dan akan ditutup dengan perform pergelaran dari komunitas Kalimantan Tengah di Bandar Seni Melayu.

"Tujuannya, kami mencoba menghimpun pemikiran bahwa Riau adalah pusat kebudayaan Melayu,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Riau Yoserizal Zen.

Seminar Budaya Melayu Asia Pasifik ini diikuti perwakilan seluruh kabupaten kota se-Riau, perwakilan dari negara-negara Asia seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand. Termasuk juga dari beberapa provinsi, seperti Kalimantan Tengah, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jambi dan lainnya.

Pada seminar ini, dihari pertama seminar diisi oleh Dra Triana Wulandari MSi, Prof Datuk Zainal Abidin Borhan, Datuk Seri H Al Azhar, Prof Dr Mukhtar Akhmad MSc dan Dr Elmustian MA. Lalu untuk hari keduanya pada tanggal 7 Desember seminar diisi oleh Prof Dr Heddy Shri Ahimsa-Putra MA Mphill, Dr Mu’jizah, Dr Junaidi Mhum, Dr Bazrul Bin Bahaman, H Rida K Liamsi dan Taufik Ikhram Jamil.

Sementara itu, Gubernur Riau dalam hal ini diwakilkan oleh Wagub Riau Wan Thamrin Hasyim yang sekaligus membuka acara seminar menyampaikan, Riau menuju pusat kebudayaan Melayu Asia Tenggara hanya tinggal tiga tahun lagi. Untuk mencapainya, pemerintah telah membentuk satu Dinas Kebudayaan yang mengurusi tentang kebudayaan Melayu.

“Kita kembangkan budaya Melayu ini bukan hanya dengan kata-kata tapi dengan aksi nyata,” ujar Wagubri.(adv/rif)


Berita Terkait
Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |