Jambore Kader dalam Gebyar Promosi KIE di Dumai Semua Komitmen Dukung Program KB
Wali Kota Dumai Zulkifli AS memukul gong tanda dimulainya Jambore Kader Gebyar Promosi KIE, beberapa waktu lalu.

DUMAI
Jambore Kader dalam Gebyar Promosi KIE di Dumai Semua Komitmen Dukung Program KB
Kamis, 07 Desember 2017 - 09:11 WIB > Dibaca 933 kali
 
DUMAI(RIAUPOS.CO) -  Tingginya jumlah penduduk di Indonesia membuat pemerintah terus melakukan sosialisasi soal keluarga berencana (KB) kepada masyarakat. Intinya, bagaimana menekan jumlah penduduk yang semakin besar. Seperti yang dilakukan di Dumai dengan menggelar Jambore Kader dalam Gebyar Promosi Komunikasi Informasi Edukasi (KIE).

Jambore yang dibuka Wali Kota Dumai Zulkifli AS itu dipusatkan di Pendopo Sri Bunga Tanjung dengan diikuti lebih dari 300 kader PKK se-Dumai, Senin (27/11). Hadir juga pada acara itu, anggota Komisi  I DPRD Dumai Hj Jufrida SE, Kabid Adpin BKKBN Riau Joniwar SE MSi, Asisten II Setko Dumai Syamsuddin, Ketua Tim Penggerak PKK Dumai Aslinar SSos dan Forkopimda serta kader.

  Keluarga yang berkualitas adalah keluarga yang dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah dan bercirikan sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan ke depan, bertanggung jawab, harmonis dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Penduduk tidak perlu besar, tapi berkualitas. Besarnya penduduk akan menambah beban, seperti lapangan kerja dan gizi buruk,” katanya.

Wako pun berharap peran kader sangat penting untuk menyukseskan KB, seperti memberi informasi edukasi. “KB merupakan idaman kita. Tapi kenyataannya belum tercapai. Di mana KB itu bukan hanya menekan jumlah anak, tapi membuat keluarga menjadi sejahtera,” ujar Wako lagi.

Ditambahkan Wako, pertumbuhan penduduk saat ini tinggi. Di mana diperkirakan pada 2045 berjumlah 450 juta jiwa. Sementara saat ini masa sulit sehingga peran kader sangat diharapkan sekali dalam membantu program pemerintah ini. “Saya apresiasi dan berharap dukungan kader untuk mendukung program pemerintah ini. Karena kerja kader sangat mulia. Apalagi program ini baru dapat dirasakan  lebih lima tahun mendatang dan merupakan program ibadah,” ujarnya.

Disebutkannya, dalam mengimplementasikan program KKBPK untuk meningkatkan kualitas hidup manusia melalui pembangunan KKB, Pemko Dumai telah berperan aktif berkomitmen dalam hal dukungan dari legislatif, terbentuknya OPD tersendiri yang terpisah dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kota Dumai menjadi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Dumai sesuai dengan Perda Nomor 12/2016 tentang Pembentukan dan Susunan  Perangkat Daerah Kota Dumai.

"Terkait perencanaan program dan penganggaran, telah ada kami wujudkan berupa dukungan kegiatan program KB kegiatan KIE di Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Dumai," katanya.

Kemudian karanya, terbentuknya tujuh kampung KB di tujuh kecamatan di Dumai sesuai dengan program Nawacita Presiden RI Joko Widodo dalam imbauannya. Kampung KB di Dumai dicanangkan dalam dua tahap. Yaitu, SK Wali Kota Dumai Nomor 109/BKBPPPA/2016 tanggal 31 Maret  2016 tentang Wilayah Pembentukan Kampung KB Dumai. Saat itu  membentuk dua kampung KB, yaitu di Kelurahan Tanjung Penyembal,  Kecamatan Sungai Sembilan dan Kelurahan Bukit Timah, Kecamatan  Dumai Selatan. Kemudian SK Wali Kota Dumai Nomor 489/DPPKB/2017  tanggal 14 Juni 2016 tentang Wilayah Pembentukan Kampung KB Dumai, dengan membentuk lima kampung KB, yaitu di Kelurahan Laksamana, Kecamatan Dumai Kota, Kelurahan SDIT, Kecamatan Dumai Barat, Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Kelurahan Tanjung Palas, Kelurahan Dumai Timur dan Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Bukit Kapur.

Penunjukan Kampung KB di Kota Dumai sesuai dengan kriteria dasar  pemilihan dan pembentukan Kampung KB, yaitu pertama jumlah pra KS  dan KS 1 di atas rata-rata kecamatan. Kedua jumlah peserta KB di  bawah rata-rata pencapaian kecamatan. Ketiga, wilayah kumuh.  Keempat, pesisir/nelayan, Kelima, daerah aliran sungai. Keenam, miskin perkotaan. Ketujuh, terpencil. Delapan, perbatasan. Sembilan, kawasan industri. Sepuluh, kawasan wisata dan kesebelas, padat penduduk.



Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |