Dakwaan Jaksa Cantumkan Penerima Uang Korupsi Bapenda
Sugeng Riyanta

Aspidsus : Ikuti Fakta Sidangnya seperti Apa
Dakwaan Jaksa Cantumkan Penerima Uang Korupsi Bapenda
Kamis, 07 Desember 2017 - 08:48 WIB > Dibaca 1320 kali
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) perkara korupsi Badan Pendapat Daerah (Bapenda) Provinsi Riau mencantumkan 10 orang penikmat dana hasil pemotongan uang persediaan dan ganti uang yang diduga dikorupsi. Dari nama itu, baru dua orang yang diproses yakni, terdakwa Deliana dan Deyu.

Deliana adalah Sekretaris Bapenda (dulu Dispenda-red) Riau dan Deyu adalah Kasubag Keuangan pada instansi yang sama. Dakwaan terhadap keduanya dibacakan dalam sidang perdana di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Senin (4/12) siang.

Pada saat pembacaan dakwaan, JPU menyebut kedua terdakwa melakukan korupsi uang persediaan (UP) dan ganti uang (GU)  di Bapenda Riau sebesar Rp1,323 miliar. Perbuatan ini dilakukan pada Februari 2015 hingga Oktober 2016.

Perbuatan Deyu bersama-sama dengan Deliana telah menguntungkan diri sendiri dan orang lain atau suatu korporasi. Dirinci dalam dakwaan Deyu menerima sebesar Rp204.986.800, Deliana Rp45.000.000, Desvi Emti Rp72.020.000, Syarifah Fitri Mandasari Rp1.150.000, Tumino Rp12.221.000, Decy Ari Yetti Rp104.900.445, Ramitha Dewi Rp87.779.281, Amira Umami Rp99.113.653, Yanti Rp35.869.700, dan Syarifah Aspannidar Rp38.187.018. Total Rp701.227.897.

Dari seluruh pihak yang disebutkan dalam dakwaan tersebut, baru Deyu dan Deliana yang menyandang status tersangka dan diproses hingga ke persidangan. "Ikuti saja (prosesnya, red). Itu kan masih sidang. Jadi ikuti saja dulu," kata Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau Sugeng Riyanta saat ditanyakan hal ini, Rabu (6/12).

Sugeng belum mengungkap apakah penerima yang tercantum dalam dakwaan sudah melakukan pengembalian kerugian keuangan negara atau belum. "Kalau sudah di dalam dakwaan sudah digelar di pengadilan itu, ikuti saja. Fakta sidangnya seperti apa, nanti kan ketahuan semua," imbuhnya.

Kedua terdakwa dalam perkara ini dijerat dengan pasal 2 dan pasal 3 ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah sesuai UU Nomor 20 Tahun 2001, juncto pasal 55 dan 64 KUHP.  Sebelumya dalam penyidikan yang dilakukan oleh Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, dalam dugaan korupsi ini terdapat beberapa modus.

Ada pemotongan yang dilakukan oleh pejabat berwenang, kepada orang yang melakukan perjalanan dinas. Di sini kerugian terjadi di semua bidang yang ada di Dispenda Riau, pada 2015 pemotongan 5 persen dan 2016 pemotongan 10 persen. Selain itu, terjadi pula pembuatan SPj fiktif seperti diterbitkan perjalanan dinas untuk 5 orang meski yang jalan hanya satu orang. Ada juga surat perintah perjalanan dinas yang dikeluarkan di akhir tahun dan kemudian tidak digunakan.

Total dana yang dipotong ini berjumlah Rp1,323 miliar. Dana disimpan di dalam brankas dan dipergunakan untuk biaya operasional, seperti membeli BBM, pembelian televisi, pembelian tiket pesawat, hadiah, gaji honor, rumah dinas kadis, makan bersama dan keperluan lainnya.

Di luar perkara yang sedang bergulir di persidangan, penyidik Pidsus Kejati Riau dalam perkara ini sudah menerbitkan surat perintah penyidikan (sprindik) baru. Meski begitu, siapa orang yang akan menjadi tersangka terkait Sprindik ini saat ini belum ditetapkan. "Saya tidak bisa komentara bagaimana penanganannya (sprindik baru, red). Sprindik yang baru, kita belum menetapkan tersangka," tutupnya.(ali)


Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |