Warga Perlu Bantuan Pangan
CF1/MIRSHAL/RIAU POS MEMASAK: Ermawati memasak di tempat pengungsian darurat yang dibuat warga di pinggir Jalan Nelayan ujung, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Selasa (5/12/2017).

PEKANBARU
Warga Perlu Bantuan Pangan
Rabu, 06 Desember 2017 - 11:35 WIB > Dibaca 825 kali
 
PEKANBARU(RIAUPOS.CO) - RATUSAN rumah warga di bantaran Sungai Siak masih terendam banjir. Meski musibah banjir telah melanda sepekan terakhir, warga korban banjir mengaku belum ada menerima bantuan pangan dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru.


Ketua RW 08, Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayanraya, Junaidi menuturkan, sudah hampir sepekan warganya mengalami bencana banjir. Namun hingga saat ini bantuan pangan untuk warganya belum juga terealisasi.


Diakuinya, baru beberapa orang relawan dan dari anggota DPRD Provinsi Riau yang mengunjungi lokasi banjir dan memberikan bantuan bahan makan untuk dikonsumsi warga.


“Kami sudah berupaya melakukan pendataan agar pihak terkait bisa langsung memberikan bantuan. Tapi sampai sekarang masih juga nggak ada yang memberikan bantuan. Hanya pemasangan tenda saja yang diberikan,” ujar Junaidi, Selasa (5/12).


Hal yang sama juga diutarakan Ketua RT 5 RW 11 Kelurahan Bambu Kuning, Ani. Ia membenarkan kalau hingga saat ini Pemerintah Kota Pekanbaru lamban dalam memberikan bantuan.


Padahal, hampir semua warganya yang berada di Jalan Perkasa V, kediamannya dimasuki air setinggi pinggang orang dewasa. “Jangankan bantuan makanan, ini saja tenda baru tadi malam dipasang, padahal kami sudah sangat lama memerlukan bantuan dari pemerintah,” ujarnya.



Di lokasi banjir lainnya, di Kecamatan Rumbai, korban banjir juga mengaku belum mendapatkan bantuan pangan dari Pemko Pekanbaru. Ermawati yang tinggal di Jalan Nelayan Ujung, Rumbai mengaku iaa mendapatkan bantuan dari tetangganya yang membuka bengkel di sana. "Sedangkan dari pemerintah, kami belum ada mendapatkan bantuan pangan," sebut Erma, kemarin.


Sumiati yang tinggal sementara di tenda yang sama dengan Erma juga menyatakan hal serupa. "Bantuan sembako dari pemerintah belum ada," ujarnya.


Menanggapi hal ini, anggota DPRD Kota Pekanbaru Herwan Nasri mengingatkan Pemko Pekanbaru untuk segera menyalurkan bantuan kepada para korban banjir. “Bila ada masyarakat terkena bencana, harus cepat mendapat bantuan dan pertolongan. Jangan biarkan masyarakat kelaparan,” kata Herwan, kemarin.


Wako Minta Bantuan Pihak Swasta


Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru H Firdaus ST MT mengatakan, pihaknya telah melakukan peninjauan ke permukiman masyarakat yang digenangi air. Yakni di Perumahan Witayu. “Hampir seluruh yang berada di bantaran ‎terendam, ini karena dataran di sana rendah. Yang paling krusial di Perumahan Witayu, ada tiga RT yang terendam habis, RT 3, 4 dan 5,” ungkap Wako, Selasa (5/12).


‎Di lokasi itu, sebut Wako, pihaknya telah mendirikan tenda serta dapur umum diperuntukkan bagi masyarakat ‎yang tengah mengalami musibah. “Kita sudah buat tenda di sana. Kita juga dirikan tenda bagi anak-anak untuk belajar, karena mereka tengah melaksanakan ujian sekolah,” ujarnya.


Ditambahkan dia, bantuan dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru ‎telah disalurkan. Ada pula bantuan dari Partai Demokrat yang memberikan bantuan bahan pokok makanan selama masyarakat berada di tenda pengungsian. “Mudahan-mudahan dengan bersinergi dengan pihak lain, semua persoalan ini bisa dapat teratasi,” sebut Wako.


Lebih lanjut, Wako juga mengajak masyarakat dunia usaha untuk ikut berperan dalam membantu saudara-saudara yang tengah mengalami musibah. “Masyarakat dunia usaha kita imbau ikut berperan membantu. Kami harapkan kebersamaan dan kepedulian untuk saling berbagi dengan menyumbang untuk dapur umum,” harapnya.


Sedangkan  Kepala Dinas Sosial (Dissos) Kota Pekanbaru Chairani menyebutkan, pihaknya telah menyalurkan bantuan di beberapa titik lokasi yang digenangi air. Disampaikan dia, pihaknya hanya membantu bahan makanan.


“Kami bantu bahan makanan di dapur umum. Kondisi saat ini belum ada data resmi dari kelurahan. Kami lagi menginventarisir untuk menyesuaikan dengan stok makanan yang ada,” sampainya.


Diakui mantan Camat Tampan ini, stok makanan yang dimiliki ‎Dissos Pekanbaru sudah semakin menipis. Apabila, tidak tidak mencukupi maka pihaknya akan meminta bantuan ke Pemerintah Provinsi dan Badan Logistik (Bulog).


“Kalau bantuan per KK, kami tidak bisa. Kita bantu secara menyeluruh ke dapur umum, kita hanya memberikan beras, minyak, mi, telur dan lainnya. Selama masyarakat berada di tenda pengungsian,” imbuhnya.


Dengan stok yang mulai menipis apakah ada rencana meminta bantuan ke pihak lain terutama pelaku dunia usaha? Chairani menyebutkan ada. “Ada rencana kita ke sana, tapi kita saat ini tengah disibuk menginvetarisir. Kami usahakan juga dengan Indofood untuk meminta bantuan,” jelas Chairani.


Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru Helda S Munir menyampaikan, pihaknya telah mengerahkan petugas ke lokasi-lokasi yang digenangi air untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. “Sejak terjadi genangan, kita sudah standbye ambulan serta obat-obatan. Pelayanan kesehatan dan pengobatan sudah kita lakukan,” Helda.


Ditambahkan Kadiskes, pihaknya juga terus melakukan pengawasan dengan koordinasi bersama camat serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Pekanbaru. “Kami sudah buatkan shift untuk petugas kesehatan yang berjaga di sana. Kita mewaspadai penyakit diare, penyakit kulit seperti gatal-gatal agar tidak menyerang masyarakat,” tutup Helda. (*3/cr2/cr4/man/yls)


Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |