Kisah Sedih Wisudawati PCR Jenda Barus, Hadirin Dibuat Terharu
Jenda Litna Barus saat menyampaikan sambutannya pada Wisuda Angkatan XIV Politeknik Caltex Riau, Sabtu (25/11/2017). (Foto: PCR for Riaupos.co)

RAIH PREDIKAT CUM LEUDE MESKI EKONOMI TAK MAMPU
Kisah Sedih Wisudawati PCR Jenda Barus, Hadirin Dibuat Terharu
Sabtu, 25 November 2017 - 16:25 WIB > Dibaca 9624 kali
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Suasana wisuda angkatan XIV Politeknik Caltex Riau diwarnai keharuan seluruh hadirin yang memenuhi ruangan serbaguna PCR, Sabtu (25/11/2017). Rasa haru tidak bisa dibendung tatkala wisudawati yang bernama Jenda Litna Barus mewakili 353 wisudawan-wisudawati untuk menyampaikan kata sambutan.

Dia mengawali sambutannya dalam bentuk rasa syukur bahwa di hari bersejarah tersebut dia dan teman-temannya sudah berhasil menyelesaikan perkuliahan. Namun suasana haru kemudian terjadi ketika Jenda menyampaikan bahwa wisuda ini merupakan buah manis dari perjalanan hidupnya yang begitu pahit. Manakala di saat ketidakmampuan keluarganya secara ekonomi dan persoalan berat yang menimpa orangtuanya, Tuhan berkarya dan memberinya jalan untuk bisa mewujudkan tekadnya sejak sekolah: harus lanjut kuliah.

“Mungkin saya merupakan mahasisiw yang tidak seberuntung teman-teman di sini. Saya berasal dari latar belakang keluarga ekonomi susah. Ibu saya seorang ibu rumah tangga sedangkan bapak saya seorang petani sederhana yang mengerjakan lading milik orang lain. Waktu saya sekolah dulu, ibu sudah mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak sanggup untuk membiayai kuliah,” kata Jenda.

Kata-kata itu sangat membuatnya bersedih, tetapi dia tetap bertekad harus kuliah karena dengan cara seperti itulah dia bisa mengubah kehidupan keluarganya. Anak tunggal pasangan Mukim Barus dan Ingan Malem br Tarigan kelahiran Lubukpakam 2 Mei 1995 itu menceritakan awal mula akhirnya Tuhan buka jalan bagi keinginannya.

“Semua bermula ketika saya mengikuti kompetisi cerdas cermat Chevron (KC3), sebuah kompetisi yang diadakan oleh PT Chevron Pacific Indonesia. Di situlah saya bertemu dengan bapak-bapak dosen yang menjadi juri. Saya sempat bercerita tentang keinginan saya, dan puji Tuhan saya ditawari beasiswa. Selang satu hari setelah acara tersebut saya kemudian mengurus berkas-berkas yang diperlukan untuk mendapatkan beasiswa,” ujar Jenda, yang lulus SMAN 2  Pinggir Kabupaten Bengkalis tahun 2013. Tahun 2001 dia pernah mengenyam pendidikan di Dayun Kabupaten Siak dan tamat SMP di Siak Sri Indrapura tahun 2010.

Ketidakmampuan ekonomi keluarga diperparah dengan kondisi sang ibu yang menderita sakit. Namu keadaan membuat Jenda makin memacu diri untuk bisa meraih beasiswa. Peraih predikat cum leude dengan IPK 3,81 itu pada Februari 2013 sebelum menghadapi ujian nasional SMA akhirnya dinyatakan sebagai penerima beasiswa bidikmisi dan Yayasan Politeknik Chevron Riau setelah melalui tahapan seleksi.

Beasiswa bidikmisi dan YPCR merupakan beasiswa yang diberikan oleh pemerintah dan Yayasan PCR kepada mahasiswa yang memiliki kemampuan akademik atau prestasi namun kurang mendukung secara ekonomi.

“Selama saya kuliah semuanya dikover alias gratis,” katanya. Dia mengucapkan kata-kata sambil tidak mampu menahan tangis. Sesekali Jenda berhenti berbicara untuk menyeka air matanya. Tepuk tangan dari hadirin pun sering terdengar di sela-sela Jenda menyampaikan sambutannya.





Pekanbaru | Hukum | Riau | Olahraga | Ekonomi-Bisnis | Kriminal | Sosialita | Politik | Internasional | Pendidikan | Teknologi | Feature | Nasional | Lingkungan | Kesehatan | Gaya Hidup | Pesona Indonesia | Begini Ceritanya | Liputan Khusus | Komunitas | Kebudayaan | Hiburan | Sumatera | Wawancara | Advertorial | Perca | Perempuan | Historia | Buku | Kode Pos Riau | ALUMNI | Kuliner | Petuah Ramadhan | bengkalis | bengkalis | bengkalis | advertorial | Traveler | Ladies | Interaktif | Aktifitas |